Terbang Dengan Garuda Indonesia, Penumpang Bisa Nikmati Menu Khas Sumsel

Menu makanan yang di sajikan dalam Meals Presentation 2018 Garuda Indonesia Branch Office Palembang, Selasa (5/9). Foto/Amel.

Palembang – Sebagai maskapai penerbangan bintang lima, Garuda Indonesia sangat memperhatikan layanan makanan dan minuman untuk penumpang, pilot dan copilotnya. Karena itu maskapai milik pemerintah ini terus menunjukkan keunggulannya di segala aspek, termasuk dari segi kualitas meals on boardnya dengan menerapkan Garuda Indonesia Experience yakni konsep layanan baru yang menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para penumpang yang diaplikasikan dalam sajian makanan khas Indonesia di setiap penerbangan Garuda Indonesia.

Dengan menggandeng PT. Almy Caterindo yang di tunjuk oleh Aerofood Catering Servise selaku anak perusahaan, Garuda Indonesia Branch Office Palembang menggelar Meal Presentation 2018 dengan mengundang komunitas blogger, mitra bisnis, customer setia Garuda dan media yang ada di Palembang, Selasa (5/9). General Manager Garuda Indonesia Palembang, Wahyudi Kresna didampingi Marketing and Sales Manager Yudi Fulkan mengungkapkan, pengenalan menu makanan selama penerbangan oleh Garuda Indonesia melalui meals presentation tersebut bertujuan untuk memperkenalkan layanan dari Garuda kepada para mitranya, terkait tata cara pembuatan dan pengolahan catering Garuda Indonesia.

“Menu makanan tersebut akan mulai di sajikan pada 2018 mendatang dan bisa dinikmati para penumbang dari Palembang-Jakarta, Palembang-Medan Palembang-Bali, Palembang-Jambi dan lain-lain yang disesuaikan dengan rute. Misal kalau penerbangan di bawah satu jam diberi snack, di atas satu jam diberi oatmeal (atau makanan agak berat) dan untuk di atas dua jam diberi makanan berat dan bisa request menu,” ungkapnya di sela-sela acara

Ia menjelaskan sesuai dengan visi Garuda Indonesia yang ingin mengedepankan sisi pelayanan, pihaknya terus melakukan inovasi terhadap semua hidangan yang akan disajikan kepada penumpang selama dalam perjalanan dengan pesawat Garuda. Yang mana saat ini pihaknya mulai mengenalkan dan memasukkan menu makanan yang menjadi ciri khas suatu daerah, dengan tetap melewati proses yang ketat baik dalam hal kebersihan, kehalalan dan citarasa.

“Nantinya penumpang dengan tujuan Palembang saat di dalam pesawat kita suguhkan makanan khas Palembang seperti Pempek, dan minuman kopi Semendo yang saat ini sedang dalam proses. Selain kedua tadi, ada juga kue Kojo, Martabak Daging, Nasi Minyak, Nasi Kuning dan lain-lain yang bisa dinikmati penumpang kelas bisnis, first class dan juga kelas ekonomi,” ujarnya.

Penyajian menu makanan selama melakukan penerbangan ini, jelas Yudi akan berganti setiap musimnya. Terutama menu-menu makanan dengan destinasi tujuan ke luar negeri.

“Menu ini akan berganti setahun dua kali atau setiap enam bulan sekali. Mengingat ketatnya persaingan maskapai penerbangan yang berlomba-lomba meningkatkan pelayanan servise dalam pesawat melalui menu makanan dan snack pada maskapai penerbangan mereka,” tambahnya.

Hanya saja dalam penyajian menu dengan makanan khas suatu daerah, harus melalui uji coba dan penelitian terlebih dahulu. Seperti makanan khas Palembang dengan menu Pempek yang disertai dengan cuka, tentu harus di lakukan penelitian dan uji coba terlebih dahulu.

“Kita uji coba lagi kemungkinan resiko yang terjadi saat menghadirkan pempek dengan cukanya saat melakukan penerbangan di ketinggian di atas 10 ribu kaki. Saat di nyatakan aman dan bisa ya kita sajikan,” jelasnya.

Sementara Owner PT. Almy Caterindo, Agustina Paulina dalam presentasinya menyebutkan pergantian masing-masing menu akan dilakukan dalam waktu 3 hari.
Di sini kita mementingkan kualitas sebagai penunjang servise pelayanan yang di berikan pihak Garuda.

“Karena itu, kita masukkan ciri khas Kota Palembangnya,” ujarnya.

Telah bekerjasama dengan maskapai plat merah tersebut sejak Tahun 1970, perempuan yang akrab di sapa Isye ini mengaku selalu melakukan koordinasi dengan Garuda Indonesia dalam menyajikan menu makanan untuk para penumpang maskapai Garuda.

“Permintaan dari masyarakat memang banyak, hanya saja kan tidak semua bisa di penuhi oleh pihak Garuda. Karena itu diserahkan sepenuhnya kepada kita dengan tetap berkoordinasi dengan garuda tentunya,” pungkasnya. (korankito.com/amel)