1.000 Pelajar di Lubuklinggau Berikrar Perangi Narkoba

Suasana Sosialisasi perangi narkoba di salah satu sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau. Foto/Dhia.

Lubuklinggau – Sedikitnya 1.000 pelajar dari 20 sekolah menengah atas (SMA) negeri dan swasta yang berada di Kota Lubuklinggau berikrar untuk memerangi narkoba.

Ke-1.000 pelajar tersebut tergabung ke dalam pemuda anti narkoba yang di bentuk Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang bekerjasama dengan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Kemenpora di Lubuklinggau dan Pemuda Kuldesak.

Koordinator Pemuda Kuldesak, Ahmad Aulia mengatakan, di Lubuklinggau pembentukan kader dan sosialisasi bahaya narkoba dilaksanakan di 20 sekolah menengah atas negeri dan swasta.

“Kita perpanjangan tangan Kemenpora untuk melaksanakan sosialisasi di 20 sekolah di Sumsel, salah satunya di Lubuklinggau ini dari 4 sampai dengan 7 September mendatang,” ujarnya, Senin (4/9).

Sementara itu Leo Chandra, salah satu kader inti anti narkoba Kemenpora mengatakan, setiap sekolah diikuti lebih kurang 50 siswa, dimana mana mereka yang ikut diberikan materi dan otomatis menjadi kader pemuda anti narkoba. Dan pelaksanaan dilakukan secara bergilir.

“Road To school dari 4 sampai 7 September, total kader di 20 sekolah ini sekitar 1.000 kader. Merekalah nanti yang akan ikut berperan dalam memerangi narkoba di Lubuklinggau,” pungkasnya.

Sementara itu, ikrar untuk memerangi narkoba mulai dilakukan, salahsatunya dilakukan 50 pelajar SMK Negeri 2 Lubuklinggau. Mereka hadir dalam deklarasi itu di aula sekolah sekaligus mengikuti sosialisasi bahaya destruktif narkoba.

“Narkoba harus diperangi, jangan sampai merusak generasi penerus bangsa,” kata Kepala SMK Negeri 2 Lubuklinggau, Eriani.

Terkait dengan hal tersebut, dirinya menyambut baik adanya kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Sebab narkoba memang sangat berbahaya bagi pelajar dan mengancam generasi muda, khususnya di Lubuklinggau. (korankito.com/dhia/amel).