Tanam Mahoni dan Pungut Sampah di Bukit Sulap

Peserta Reuni Akbar Pecinta Alam Silampari melakukan tanam pohon Mahoni dan Pungut Sampah di Bukit Sulap. Foto/Dhia.

Lubuklinggau – Banyak cara dilakukan untuk menunjukan kecintaan terhadap lingkungan serta melestarikan alam. Cara itu ditunjukkan sejumlah peserta reuni akbar pecinta alam Silampari, Minggu (3/9) di kawasan Bukit Sulap Lubuklinggau.

Mereka melaksanakan sejumlah kegiatan dengan aksi nyata. Yakni penebaran sebanyak 50 ribu bibit ikan jenis patin, nila dan mas ditempat berbeda dialiran Sungai Kelingi. Lalu kegiatan bersih Bukit Sulap yang dikemas dalam lomba memungut sampah dan pengkayaan alam dengan menanam 200 bibit pohon mahoni dijalur Bukit Sulap.
 
“Kegiatan ini reuni akbar yang kita kemas dengan beberapa kegiatan yang kita sebut dengan aksi nyata,” kata Ketua Panitia Reuni Akbar Pecinta Alam Silampari, Elvis Fresly.
 
Kegiatan penebaran ikan sudah dilakukan dialiran Sungai Kelingi wilayah Silampari. Salah satu diantaranya beberapa hari lalu yakni menyebar bibit ikan untuk di Lubuklinggau mengambil lokasi diwilayah Batu Urip.
 
“Disebar disungai Kelingi dengan dua tahap penyebaran dibeda tempat. Tahap dua di Batu Urip kemarin,” bebernya
 
Acara reuni akbar pecinta alam Silampari juga melaksanakan kegiatan bersih Bukit Sulap. Kegiatan itu melibatkan seluruh peserta yang tergabung dalam organisasi pecinta alam di Silampari. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan.
 
“Kita mungut sampah dijalur Bukit Sulap. Kita kemas dengan bentuk perlombaan. Siapa yang banyak sampah, kita timbang siapa yang banyak, dia menang. Itu kan aksi nyata,” ungkapnya.
 
Kegiatan bersih Bukit Sulap mengambil jalur di kawasan Bukit Sulap. Terdapat sembilan tim yang turun dilomba itu, satu tim terdiri dari empat peserta. Fokus peserta yang ikut lomba memungut sampah yakni sampah jenis non organik seperti sampah plastik dan kaleng-kalengan.
 
“Pemenang juara I sekitar 31 kg mengumpulkan sampah dan kedua 29 kg,” jelasnya.
 
Selain itu, kemarin dilaksanakan kegiatan pengkayaan alam dengan aksi penanaman 200 bibit pohon mahoni di Bukit Sulap. Acara itu dihadiri Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang ikut serta melakukan aksi penanaman. Diikuti pula perwakilan pejabat dari Kabupaten Mura dan Muratara.
 
“Tidak hanya difokuskan disini, kedua kita juga ada planing penghijauaan di Selangit (Mura). Ini tidak selesai disini, nanti akan ada di Mura dan Muratara,” timpalnya.
 
Lebih lanjut, tujuan kegiatan reuni akbar pecinta alam di Silampari tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, halal bihalal dan perkenalan. Tapi juga, bagaimana pecinta alam solid dan selalu mengangkat isu kekinian khususnya tentang dunia pecinta alam yang meliputi kelestarian alam dan eksistensi pecinta alam.
 
“Kami mengimbau, mari bersama-sama menjaga kelestarian alam. Alam adalah titipan, nantinya akan dinikmati oleh anak cucu kita. Kalau bukan dari diri kita, siapa lagi,” pungkasnya. (korankito.com/dhia/amel).