Mayat Wanita Gegerkan Warga 26 Ilir

Korban saat dijemput keluarganya di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel. KORANKITO/ADI

Palembang- Warga Jalan Mujahidin, Lorong CKS tepatnya di pinggir daerah aliran anak sungai Musi, mendadak heboh dengan penemuan sesosok mayat perempuan, Minggu (3/9) pagi.

Belakangan diketahui mayat tersebut bernama Sariah (77) warga Jalan Takang Kerangga, Lorong Suka Damai, Keluarahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, mayat wanita tersebut pertama kali ditemukan oleh Pendi yang merupakan keluarga korban dan tinggal di sekitaran lokasi penemuan.

Anak korban Efendi (57) mengatakan, ibunya tersebut menghilang sejak hari raya Idul Adha pada Jumat (1/9). Persisnya usai korban shalat magrib di musolah tak jauh dari rumahnya.

“Setelah itu menghilang. Sudah kami cari kemana-mana, tidak ketemu. Kami juga sudah lapor polisi,”ujar Efendi saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Ia menduga kalau korban tersesat hingga ke 26 Ilir, hal tersebut dikarenakan ibunya sudah pikun dan beberapa kali tidak tahu jalan pulang.

“Dulu, kami memang tinggal di 26 Ilir, dekat dam. Sudah berpuluh-puluh tahun di sana. Mungkin, ibu saya ingat rumah disana, jadi pulang kesana dan terpeleset,” tambah Efendi.

Hal tersebut juga dibenarkan anak korban lainnya, Salim (44) mengatakan, keluarga sudah pasrah saat korban menghilang dan tidak ditemukan.

“Sudah kami cari kemana-mana. Termasuk ke arah Musi II dan Sekip, Ternyata, ibu saya meninggal tak jauh dari rumah kami yang dulu,” katanya.

Usai divisun di RS Bhayangkara, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan di TPU Puncak Sekuning.

“Kondisi korban sudah mengalami pembusukan lanjut. Tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar dokter forensik RS Bhayangkara Kompol Dr Mansuri.

Sementara itu, Kapolsek IB 1 Kompol Handoko Sanjaya melalui Kanit Reskrim Ipda Irsan membenarkan penemuan jenazah korban.

“Kami sudah melakukan cek TKP, memeriksa saksi-saksi, dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara untuk Visum et Repertum. Jenazah sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. Korankito.com/adi/depe.