Tips Menyimpan Daging Kurban Dalam Waktu Yang Lama

Ilustrasi/weknowyourdreams.com

Di Hari Raya Idul Adha ini, umat Muslim berkurban usai menjalankan Shalat Id di pagi hari. Biasanya, hewan kurban yang familiar di Indonesia adalah sapi dan kambing. Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan pagi hingga siang hari sebelum waktu salat Zuhur.

Bagi anda yang mendapatkan daging kurban dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga tidak bisa langsung untuk di olah atau dimasak, kami berhasil mengumpulkan beberapa tips untuk menyimpan daging jika kita tidak langsung memasaknya.

Berikut tipsnya:
Sebelum disimpan, daging kurban jangan dicuci. Jika dicuci pakai air kran, kuman-kuman bisa masuk dan tinggal di dalam pori-pori daging. Itu bisa merusak kualitas daging.

Sebaiknya, daging dicuci saat akan dimasak.
Jika daging yang didapatkan cukup banyak, jangan menyimpan daging utuh 2-4 kg di dalam freezer. Cara yg benar, potong-potong daging berukuran lebih kecil, lalu simpan di dalam plastik-plastik berukuran 1/2 kg atau 1 kg.

Jika mau masak, ambil satu kantong kecil, biarkan yg lain tetap beku di dalam freezer. InsyaAllah daging dalam keadaan beku dapat disimpan selama 1 tahun.

Sebelum disimpan di-freezer, simpan daging (mampir dulu) di dalam kulkas yg sejuk selama 4-5 jam. Setelah dingin, baru dimasukkan ke dalam lemari es (freezer).

Saat kita sudah akan memasaknya. Daging beku itu jangan langsung dicairkan menggunakan air panas. Cara yang benar adalah meletakkan daging beku tersebut di bawah air kran suhu normal (dalam keadaan daging masih terbungkus rapat dalam plastik). Setelah daging kembali empuk, buka plastik, cuci daging hingga bersih, tiriskan, lalu siap dimasak.

Tips tambahan Jangan memakai kresek warna hitam karena tas kresek hitam itu adalah hasil daur ulang. Tas kresek daur ulang warna hitam mengandung karsinogen yang dapat memicu sel kanker. Pakailah    kresek  putih atau plastik yang bening.(korankito.com/berbagaisumber/mbam)