Bisa Dipercaya

Terbunuhnya Edwar Murni Perampokan

Tiga tersangka saat diamankan di Polda Sumsel. Korankito.com/ADI

Palembang- Setelah melakukan pemeriksaan para pelaku pembunuh Edwar Limba (35) yang dilakukan oleh lima orang tiga diantaranya sudah diringkus. Pihak penyidik Polda Sumsel mengungkapkan, motif terbunuhnya sopir taksi daring (online) murni perampokan.

“Saya tegaskan hasil dari pemeriksaan peyidik, pembunuhan yang dilakukan oleh ke lima tersangka ini tidak ada hubungannya dengan aksi demo taksi konvensional yang dilakukan sehari sebelum korban ditemukan tewas. Aksi pembunuhan ini murni perampokan,” kata, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Selasa (29/8).

Berita Sejenis
1 daripada 2

Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pembunuhan sendiri merupakan masalah ekonomi semata. Ada beberapa dari pelaku ini sudah dua minggu tidak bekerja, oleh karena itu mereka merencanakan perampokan yang sasarannya sopir taksi online.

“Kita saat ini sedang melakukan pengembangan lebih lanjut, mengenai otak pembunuhannya. Saat ini kami lagi mengejar dua pelaku lagi berinisial, I dengan R diantaranya merupakan otak pembunuhan,” ujarnya.

Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap yakni, Aldo Putra Zainudin (32) warga Jalan Kapten Anwar Sastro, Lorong Kulit, Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang. Ari Tri Sutrisno (32) warga Jalan Papera lorong Kulit, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang.

Serta, Adi alias Ucok (27) warga Jalan HJ. Maksum Talang Betutu, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang. Sementara dua tersangka masih DPO dengan inisial R dan I. Dari keterangan para pelaku tidak ada kaitannya denga aksi demo taksi konvensional yang dilakukan Senin (22/8) lalu

Dari hasil pemeriksaan, masing-masing pelaku ada peran tersendiri misalnya, inisial R (DPO) dan Ucok nunggu di tempat kejadian, ketiga rekannya memesan dan menaiki taksi online tersebut yakni, Aldo, Ari, serta inisial I (DPO).

Saat dalam perjalanan pelaku I (DPO) duduk tepat belakang sopir melakukan penjeratan menggunakan kawat seling, kemudian korban melawan pelaku Aldo yang duduk samping sopir melakukan penusukan dengan sebilah pisau, kemudian Ari hanya memegangi korban saat melawan.

“Dari modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku ini memang sudah terencana dan membawa peralatan pun sudah dari rumah. Jadi para pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan 365 KUHP pencurian dengan kekerasan,” bebernya.

Sementara itu, tersangka Ari mengatakan, dirinya hanya ikut-ikutan saja karena tidak mempunyai uang.”Saya bertugas untuk menjual mobil, karena nunggu pembeli lama keburu siang dan warga juga sudah ramai mendatangi mobil kemudian saya tinggalkan mobil,” katanya.

Sementara Aldo mengatakan, dirinya dan kedua rekannya bertugas memesan minta antar ke Talang Kelapa saat dalam perjalanan korban dieksekusi. “Saya bertugas menikam korban karena saya duduk didepan. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya, Edwar Limba, sopir taksi online ditemukan tewas di kawasan Balai Penelitian (Balit) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, beberapa waktu yang lalu. Saat ditemukan, leher korban terjerat kawas besi dan terdapat luka tusukan di tubuhnya.

Satu hari setelah ditemukannya Edwar, mobil pribadi miliknya jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) BG 1103 OZ ditemukan oleh warga di kawasan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang. Korankito.com/adi.