Kesal, Hendrik Tikam Penjaga Malam Hingga Tewas

Tersangka saat diamankan di Polsek Kertapati. KORANKITO/DEPE

Palembang- Kesal lantaran dituduh mencuri, Hendrik alias Endik (27) nekat menghabisi nyawa Romli alias Pak Bun, penjaga malam yang berada di sekitar tempat tinggalnya Jalan KI Marogan, Lorong Purba, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang.

Gara-gara perbuatannya itu, kini Endik harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolsek Kertapati, usai diciduk Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kertapati Palembang dikediamannya, Minggu (27/8) sekitar pukul 13.00.

Dihadapan petugas kepolisian Polsek Kertapati Palembang, Endik mengatakan kejadiannya berlangsung, Sabtu (26/8) sekitar pukul 20.00. Dimana ketika itu, dirinya bertemu korban dan temannya di depan lorong rumahnya.

Tak hanya sekedar bertemu, lanjut tersangka, korban bertanya kepada dirinya terkait aksi pencuri yang terjadi di rumah salah satu warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Bukan saya yang maling disana pak, tapi dia terus-terusan menuduh kalau saya yang melakukannya. Padahal saya tidak tahu apa-apa tentang pencurian itu,” katanya saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Kertapati Palembang, Selasa (29/8) siang.

Kemudian, terjadilah cekcok mulut antara dirinya dengan korban, hingga berujung penusukan terhadap Romli. “Temannya dulu pak yang menusuk saya, sehingga saya dekap korban dan menusuk pahanya sebanyak dua kali, kiri dan kanan,” tambah Endik.

Dijelaskannya, saat mau berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI, Endik bertemu dengan keluarga korban yang juga berobat. Hingga akhirnya, ia pun dikeroyok oleh keluarga korban yang kesal dengan perbuatannya.

“Keluarga mereka juga memukuli saya pak, saya tidak ingat lagi siapa saja yang mukuli. Pisau itu saya bawa dari rumah pak, karena sebelum kejadian mereka sudah mencari saya, jadi saya bawa sajam untuk jaga-jaga,” ujar Endik.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati Palembang AKP Delli Haris membenarkan pihaknya sudah berhasil mengamankan pelaku. Menurutnya, kejadian tersebut bermula, terjadi aksi pencurian di tempat tinggal korban dan pelaku.

“Korban menanyakan kepada pelaku, apakah dia yang melakukan pencurian itu dan terjadilah pertengkaran antara keduanya. Pelaku menusuk korban beberapa hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di rumah sakit,” kata Delli.

Menurutnya tersangka akan dikenakan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan diatas sembilan tahun penjara. “Saat hendak berobat, tersangka dikeroyok oleh keluarga korban dan kasusnya di tangani Polsek SU I Palembang,” tutupnya. Korankito.com/Depe.