Restu Penderita Bibir Sumbing Akhirnya Dioperasi

 

Pekerja sosial dari Yayasan Smile Train Endang Sasi Surani, saat berkunjung ke rumah orangtua Radika di Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, RT 31 RW 06, Kecamatan Gandus, Selasa (29/8). Foto/adi

 

Palembang – Ratmira Nenek dari Restu Juadi (3,5), bisa bernafas lega serta mengucapkan terima kasih dan bersyukur dengan adanya program operasi bibir sumbing gratis, yang diadakan Yayasan Smile Train Indonesia. Sebab, selama ini cucunya merasa minder dengan teman-temannya, karena kerap diejek jika melihat kondisinya saat ini.

“Dia ini jadinya malu. Saya harap setelah dioperasi, cucu saya bisa sembuh,” ujarnya.

Nasib berbeda yang dialami M Radika (1,4), penderita bibir sumbing. Bayi mungil ini diduga mengalami gizi buruk hingga berat badannya tidak ideal untuk bayi seusianya. Hal ini juga yang menjadi perhatian dari Yayasan Smile Train Indonesia untuk membantu memperbaiki gizi sang bayi dan selanjutnya dilakukan operasi bibir sumbing secara gratis di Rumah Sakit Muhammadiyah.

“Saat ini dengan berat badan yang kurang, belum bisa dilakukan operasi karena riskan. Sebenarnya Radika ini sudah kita pantau sejak lima bulan terakhir, tapi tetap tidak ada perubahan. Kalau belum dioperasi juga riskan, nanti timbul lagi penyakit yang macam-macam,” kata Endang Sasi Surani, pekerja sosial dari Yayasan Smile Train saat berkunjung ke rumah orangtua Radika di Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, RT 31 RW 06, Kecamatan Gandus, Selasa (29/8).

Endang menjelaskan, kedatangannya ke kediaman Radika ini guna membantu  berupa makanan bayi, susu, beras dan lainnya. Dikatakan Endang, bantuan tersebut sumbangan dari Polresta Palembang dan pihak lainnya, yang bertujuan untuk meningkatkan gizi Radika, supaya berkata badannya bertambah dan secepatnya dioperasi. Dengan umurnya saat ini sebenarnya si bayi sudah bisa dioperasi, tapi sayang berat badannya masih di bawah 6 kilogram.

“Seharunya bisa dioperasi, tapi karena berat badan kurang, jadi ditunda dulu. Bayi umur lima bulan pun sudah bisa dioperasi asalkan berat badannya 5 kilo, tapi kalau untuk Radika ini yang umurnya 1,4 tahun dengan berat badan di bawah 6 kg, bisa dikategorikan terkena gizi buruk,” jelasnya.

Dikatakan, hari ini Radikan akan dibawa ke RS Muhammadiyah untuk konsultasi dengan dokter, apakah Radika akan menjalani rawat inap atau hanya diberi vitamin agar kondisinya jauh lebih baik. Selain Radika, pihaknya sekaligus membawa dua anak penderita bibir sumbing lainnya, Puji Rohma (9), Restu Juadi (3,5), yang akan menjalani operasi tahap pertama dari sekitar lima tahap yang biasa dilakukan.

“Jadi tahap pertama itu kita operasi dulu bibirnya, terus langit-langit, hidung, gusi dan refisi. Tiap operasi ada jeda pemulihan dahulu. Semua biayanya gratis, kalau biaya sendiri bisa sampai Rp 100 juta,” jelasnya.

Endang mengatakan, pihaknya memang mencari penderita bibir sumbing untuk dioperasi, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Syaratnya cukup KK dan KTP saja, baik warga Sumsel maupun warga dari provinsi lainnya, jika ingin melakukan operasi gratis di Palembang.

“Operasi benar-benar gratis, kita sudah mengoperasi kurang lebih 900 orang di Palembang, sejak yaysan ini didirikan 2012 lalu,” pungkasnya. (adi/ejak)