Bisa Dipercaya

Ini Harapan Istri Edwar Kepada Pihak Kepolisian

Suasana rumah Edwar, korban perampokan yang disertai pembunuhan. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Terkait tertangkapnya tiga tersangka pembunuhan sopir taksi berbasis online Edwar Limba (35), keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang setimpal bagi ketiga pelaku.

“Hutang nyawa harus dibayar nyawa. Mereka harus dihukum mati, sesuai dengan apa yang mereka lakukan,” kata Rosalina (34) istri korban saat ditemui di rumah duka Lorong Kedukan, Kecamatan SU I Palembang, Senin (28/8) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Dikatakannya, ia mengetahui bahwa para pelaku pembunuh suaminya telah ditangkap oleh pihak kepolisian Polda Sumsel dari anggota polisi dan beberapa foto pelaku yang telah tersebar dari media sosial seperti Instagram dan facebook.

“Rabu kemarin, pas kami diperika polisi, penyidik mengatakan kalau mereka sudah mengantongi nama-nama pelaku, namun sebelum ditangkap mereka akan memastikan terlebih dahulu, makanya kami sedikit lebih tenang,” tuturnya.

Lanjut Rosa, Minggu (27/8) pagi, ia mendapatkan telpon dari anggota polisi yang mengatakan satu orang pelaku pembunuhan Edwar telah berhasil diringkus. “Sekitar pukul 16.00, dapat kabar lagi kalau satu lagi pelakunya di tangkap,” tambahnya.

“Setelah acara takziah, saya buka ponsel dan ternyata tiga pelaku sudah diringkus. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada petugas, yang sudah berhasil menangkap para pelakunya, gerak cepat mereka membuahkan hasil,” tambahnya.

Wanita yang bekerja di Kementerian Perhubungan ini berharap dapat bertemu dengan ketiga pelaku yang membunuh suaminya dan akan bertanya apa yang menjadi motivasi para pelaku tega menghabisi nyawa suaminya.

“Belum ada pangggilan dari penyidik untuk mendatangi Polda dan bertemu dengan pelaku. Saya sangat mengharapkan bertemu dengan mereka (pelaku), tidak untuk marah tapi hanya menanyakan motivasinya apa bisa tega melakukan itu,” tuturnya.

Pantauan Koran Kito di rumah duka, terlihat raut wajah Rosa dan kedua anaknya Cantika (9) bersama Farhan (4) masih terpukul dengan meninggalnya Edwar, sopir taksi online yang ditemukan tewas di kawasan Balai Penelitian (Balit) Sembawa.

Cantika, gadis kecil yang duduk di sekolah dasar hanya bisa termenung, serasa tidak percaya ayah tercintanya sudah tiada. Sedangkan Farhan memainkan ponsel yang berada di tanganya, untuk menghibur diri.

Rosa menyebutkan anak keduanya masih sering menyebut nama ayahnya saat sendirian. “Kalau Farhan, sering menyebut Edwar Limba bin Zaini, kalau dia sedang sendirian, mungkin mendengar orang yang sering menyebutkannya,” tutur Rosa.

Ia mengakan, satu minggu pascameninggalnya Edwar, Farhan sudah mulai menjalani aktivitas belajar di sekolahannya. Sedangkan, anak pertamannya Cantika belum mau masuk sekolah.

“Farhan sudah sekolah, kalau ayuknya belum. Mungkin dia (Cantika_red) masih mengumpulkan mental, apabila ditanya teman-temannya nanti. Karena, tadi sempat bilang dengan saya, bagaimana jawaban kalau ditanya oleh teman-teman, ayahnya sudah meninggal,” tutur Rosa.

Sebelumnya, tig dari empat tersangka pembunuhan Edwar berhasil diringkus anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel. Mereka adalah, Ari. Aldo dan Ucok. Ketiganya diringkus di tempat yang berbeda-beda, Minggu (27/8) malam.

Saat ini ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Polda Sumsel. Belum diketahui secara pasti, motif dibalik pembunuhan yang dilakukan oleh para tersangka.

Hanya saja, beredar kabar para tersangka sudah merencanakan aksi perampokan itu sejak tiga bulan yang lalu, dikarenakan perampok para sopir taksi online terbilang mudah tinggal pesan dan akan datang sendiri.

Edwar Limba, sopir taksi online ditemukan tewas di kawasan Balai Penelitian (Balit) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, beberapa waktu yang lalu. Saat ditemukan, leher korban terjerat kawas besi dan terdapat luka tusukan di tubuhnya.

Satu hari setelah ditemukannya Edwar, mobil pribadi miliknya jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) BG 1103 OZ ditemukan oleh warga di kawasan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang. Korankito.com/depe.