Empat Polisi Gadungan Perkosa dan Peras ABG

Keempat tersangka saat diamankan di Mapolresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Mengaku sebagai anggota polisi, empat orang pemuda yakni Ardianto alias Revi (25), Ivan Afrido (28) dan dua pelajar sekolah menengah atas berinisil RM (17) serta AS (17) nekat memperkosa anak baru gede (ABG) berinisial ND.

Tak hanya itu, usai melampiaskan nafsu bejatnya, keempat pelaku juga menguras habis barang berharga milik korban berupa, ponsel, uang tunai, serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang berisikan uang sebesar Rp5 juta.

Atas ulahnya itu, keempat tersangka harus meringkuk di sel tahanan Mapolresta Palembang setelah diringkus Unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang, di salah satu hotel yang berada di Km11 Palembang.

Revi bersama Ivan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya lantaran melawan serta mencoba kabur saat dilakukan penangkapan oleh petugas kepolisian.

Berdasarkan data yang dihimpun ulah keempat pelaku terjadi Selasa (22/8) sekitar pukul 14.00. Dimana berawal saat tersangka Revi menghubungi ND untuk bertemu dengan korban di salah satu hotel yang berada di Kecamatan IT II Palembang.

Setibanya korban di dalam kamar yang telah ditentukan, ternyata sudah menunggu tersangka lainnya yaitu RM serta AS yang bersembunyi di dalam kamar mandi. Keduanya pun langsung keluar dan menodongkan pisau ke arah ND.

Sedangkan tersangka Revi merangkul korban sambil menodongkan pemantik korek api yang berbentuk pistol dan meminta ND untuk tidak menjerit. Kemudian korban diikat menggunakan tali nilon yang sudah disediakan sebelumnya.

Tersangka Revi menelpon Ivan yang berpura-pura sebagai komandan. Setibanya Ivan di kamar hotel tersebut, korban diperkosa secara bergilir oleh keempat pelaku, lalu diikat serta disekap di dalam  kamar mandi.

Selanjutnya, Revi mengambil ponsel, dompet korban yang berisikan kartu ATM dan uang, serta barang berharga lainnya. Tak hanya itu, dia juga sempat menyuruh ND untuk menghubungi temannya agar mentransfer uang sebesar Rp5 juta dengan ancaman akan menyebarkan video pribadinya dan membawanya ke kantor polisi.

Dikarenakan takut, ND akhirnya menuruti semua kemauan kawananan pelaku dan keempatnya kabur meninggalkan korban sendirian. ND pun berhasil keluar, sekitar pukul 05.00 dan langsung membuat laporan di Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Iptu Mardanus membenarkan pihaknya berhasil mengamankan empat pelaku yang mengaku anggota polisi untuk memperkosa serta memeras korban.

“Iya, kita berhasil mengamankan empat pelaku berinisial R, I, R dan A. Dua pelaku terpaksa kita berikan tindakan tegas karena melawan dan berusaha kabur saat ditangkap,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (27/8) siang.

Ia mengatakan modus operandi pelaku,dengan cara mengajak korban cek in di hotel tersebut. Kemudian korban diikat, serta diancam menggunakan senpi dan sajam, setelah tak berdaya korban pun diperkosa secara bergilir.

“Salah satu pelaku merekam dengan ponselnya, dan dijadikan alat untuk memeras korban, jika tidak diberikan uang makan akan menyebarkan video tersebut. Selain itu, mereka juga pura-pura menemukan sebutir ineks di tas korban,” tambahnya.

Untuk barang bukti, pihaknya mengamankan satu pemantik korek api berbentuk pistol, sajam jenis bayonet, serta satu tali nilon untuk mengikat korban. “Para tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP dan 285 KUHP,” tuturnya.

Ditemui di ruang Unit Ranmor Polresta Palembang, tersangka Ivan membantah dirinya mengaku sebagai anggota polisi. “Sumpah pak, saya tidak pernah mengaku sebagai anggota polisi,” kilahnya.

Kendati demikian, dirinya mengakui sudah memperkosa korban sebanyak dua kali. “Kalau yang memperkosanya, iya saya melakukannnya sebanyak dua kali. Saya juga tidak tahu, adanya senpi dan sajam itu,” jelas Ivan.

Disisi lain, tersangka R mengatakan dirinya hanya diajak Revi untuk menemaninya ke hotel tersebut. “Saya hanya diajak oleh Revi pak, dan dia menyuruh untuk menunggu di dalam kamar mandi,” ucapnya.

Menurutnya, wanita yang diajak oleh Revi merupakan wanita panggilan. “Revi yang pesannya pak, long time seharga Rp2,5 juta dan dia juga yang menjemput wanita itu, kami hanya tunggu di kamar mandi,” pungkasnya. Korankito.com/depe.