Ujang Meregang Nyawa Dipinggir Jalan

Mobil korban saat dikerumuni warga sekitar. KORANKITO/RODI.

Empatlawang- Seorang pengendara mobil Toyota Avanza, Ujang Salwiansyah (27) harus meregang nyawa di pinggir Jalan Lintas Tengah Sumatera, tepatnya di Desa Muara Saling, Kecamatan Saling, Kabupaten Empatlawang.

Tewasnya warga Jalan Puskesmas Taba, Kelurahan Cereme Taba, Kota Lubuklinggau ini, setelah ditusuk tiga orang yang tidak dikenal menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok.

Belum diketahui secara pasti motif penganiayaan berat yang menyebabkan meninggalnya Ujang, lantaran pihak kepolisian Polres Empatlawang masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan tersebut.

Hanya saja, berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika korban bersama adiknya mengendarai mobil bernopol BD 1754 AK tersebut dari arah Tebing tinggi menuju Kota Lubuklinggau.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil yang dikemudikan oleh korban dihadang oleh mobil jenis Carry Pickup yang berisikan tiga orang lelaki, sehingga Ujang pun menghentikan kendaraanya.

Ketiga lelaki itu pun turun dari kendaraanya dengan membawa sanjata tajam (sajam) jenis golok dan pisau, serta langsung memecahkan kaca jendela sebelah kanan mobil korban yang disertai penusukan terhadap Ujang.

Setelah melakukan aksinya tersebut, pelaku mencabut kunci kontak mobil korban dan pergi meninggalkan korban bersimbah darah. Ujang pun menghembuskan nafas terakhir dikarenakan luka yang dialaminya.

Kepala Desa (Kades) Muara Saling, Kecamatan Saling, Arief Budiman membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Ia mengatakan, korban bukanlah warga yang tinggal di desanya.

“Iyo sore kemarin kejadiannya, korban bukan warga kita disini. Informasinya, warga dari Lubuklinggau,” tutur Arief saat dimintai konfirmasi awak media, Minggu (27/8) siang.

Ia mengatakan, setelah mendapati kejadian tersebut warganya langsung menghubungi pihak kepolisian Polres Empatlawang dan tak lama korban pun dibawa ke RSUD Empatlawang untuk di visum.

“Kalau pelakunya, menurut warga setelah melakukan penusukan langsung kabur meninggalkan lokasi. Tidak ada yang tau siapa mereka,” katanya.

Sementara Kapolres Empatlawang AKBP Bayu Dewantoro saat dikonfirmasi tentang kejadian tersebut mengaku sudah mengetahuinya. “Ya sudah dapat informasinya dan sudah kami laporkan ke Polda Sumsel,” ujarnya singkat.korankito.com/rodi/depe.