Perkosa Adik Ipar, Saiful Diringkus Polisi

Tersangka saat diamankan di Mapolres Mura. KORANKITO/DHIA

Muratara- Sungguh biadab yang dilakukan oleh Saiful (35), warga Desa Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) ini tega merenggut kehormatan BG yang merupakan adik iparnya sendiri.

Akibat ulahnya itu, Saiful harus meringkuk di sel tahanan setelah diringkus Unit Pidum Satreskrim Polres Mura di kediaman temannya yang berada di Desa Teladas, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Jum’at (25/8) malam.

Berdasarkan data dihimpun, kejadiannya berlangsung Minggu (2/7), sekitar pukul 21.00, di simpang PT Galtam, Desa Lubuk Mas, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara. Dimana, korban bersama tersangka dan satu keluarga lainnya hendak pulang ke rumah dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia

“Saat di tengah jalan, pelaku menurunkan anggota keluarganya dengan alasan ingin pergi bersama korban. Karena takut dengan pelaku yang memiliki senpira, jadi keluarganya itu turun,”  kata Kapolres Musirawas AKBP Pambudi melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma didampingi Kanit Pidum Ipda Berthu.

Saat berdua itulah, lanjut Satria, tersangka memperkosa korban dengan terlebih dahulu mengancam menggunakan pisau dan merobek bajunya serta sempat melukai tangan korban hingga berdarah. Setelah korban tidak berdaya, Saiful pun melancarkan aksinya secara berulang kali.

“Setelah puas menyetubuhi, korban diturunkan dipinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan ditinggalkan sendirian. Keluarga korban yang tidak terima melaporkan kejadian tersebut ke Polres Musirawas,” kata Kasat.

Usai menerima laporan, serta melengkapi administrasi penyidikan, pihaknya pun langsung menetapkan Saiful sebagai tersangka dan melakukan pengejaran terhadapnya. Hingga akhirnya berhasil diringkus di tempat persembunyiannya.

“Dalam pencarian, tersangka ini tergolong licin hingga baru berhasil kita tangkap tadi. Saat penangkapan, dia juga sempat memberikan perlawanan, namun berkat kesigapan anggota dia berhasil diringkus. Selain tersangka, kita mendapatkan sepucuk senpira laras pendek lengkap dengan tiga amunisi kaliber 9 mm,” tuturnya.

Pelaku dan barang bukti pun, kini sudah diamankan di Mapolres Musirawas dan berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka ditetapkan melanggar Pasal 285 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

“Kami masih mendalami terkait kepemilikan senpira dan keterlibatan tersangka dengan tindak pidana lainnya. Tersangka mengakui tega memperkosa, karena terpengaruh narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya. korankito.com/dhia/depe.