178 Warga Lahat Jadi Korban First Travel

KORANKITO/UJANG

Lahat-  Sedikitnya tercatat 178 warga di Kabupaten Lahat, telah menjadi korban biro jasa perjalanan umroh ketanah suci First Travel. Ratusan warga ini mendaftarkan diri untuk berangkat ibadah umroh melalui Dr Laela Cholik.

Beberapa warga mengaku sudah melunasi biaya keberangkatan yang mencapai angka sebesar Rp19 juta perorang. Seperti yang diakui R.A Maryani, warga Kota Baru Lahat  yang ikut mendaftarkan diri melalui First Travel.

Diceritakan Maryani, ia mendaftar sejak tahun 2016 lalu untuk berangkat umroh. Namun, hingga kini sampai terkuaknya penipuan yang dilakukan First travel, tidak ada kepastian kapan akan diberangkatkan.

“Kami mendaftarkan diri melalui ibu kepala RSUD Lahat dr Laela Cholik, yang memang satu pengajian dengan kami. Ada 178 teman pengajian yang ikut,” ungkapnya, ketika ditemui di klinik kesehatan milik dr Laela Cholik, Kamis (24/8).

Menurut Maryani, untuk pembayaran keberangkatan sendiri dilakukan dengan cara dicicil. Awalnya, diharuskan membayar Rp14 juta, namun pihak First Travel meminta uang tambahan hingga Rp19 juta dengan alasan penundaan keberangkatan dan untuk menyewa pesawat dari negara Saudi Arabia.

“Awalnya kita setor Rp14,8 juta, dengan dalih akan sewa pesawat pihak First Travel minta tambahan Rp2,5 juta dan diminta lagi untuk uang transportasi Lahat-Jakarta sebesar Rp1,7 juta. Kalau tidak dipenuhi mereka akan mengurungkan keberangkatan,” bebernya.

Maryani sendiri sangat menyesalkan apa yang dilakukan pihak First Travel tersebut yang telah banyak merugikan dirinya dan pendaftar yang lainnya

“Kalau dengan dr Laela kami yakin dia tidak mengetahui hal tersebut. Kami di satu pengajian dengan dokter dan kami kira niatnya memang untuk membantu kami, untuk berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci. Saat ini kami masih berserah ke dr Laela,”ujarnya.

Senada, disampaikan Kartini Wilis yang juga mendaftar di first travel. Menurutnya, dr Laela saat ini sedang berusaha mengurus pengembalian uang dari pihak First travel di Jakarta. Jika uang yang disetor tersebut kembali, dr Laela akan memindahkan biro perjalanan yang lain.

“Sekarang kita diminta dr Laela untuk mengumpulkan KTP dan KK. Kalau dari penjelasannya, dr Laela akan berusaha memindahkan agen perjalanan umroh,”jelasnya.

Ia dan ratusan teman teman yang akan berangkat, hingga kini masih sangat berharap bisa berangkat menunaikan ibadah umroh. Menurutnya ia akan sabar dan masih mempercayakan sepenuhnya keberangkatan dengan dr Laela.

“Mudah mudahan ini ujian yang bisa kita lalui. Para jamaah juga terus berdoa agar semua bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, dihubungi via Whatsaap dr Laela Cholik, membenarkan kalau dirinya menjadi penghubung bagi warga yang ingin berangkat ibadah umroh melalui first travel. Namun, dirinya mengaku tidak tahu terkait apa yang dilakukan First Travel sehingga pemiliknya jadi tersangka penipuan.

“Ya sebagian warga yang ikut tersebut jamaah pengajian. Tapi terkait pembayaran sendiri para warga yang mendaftar langsung mentransfer ke rekening First travel, dalam artian tidak melalui saya,” jelas Laela.

Diceritakanya, selama ini keberangkatan melalui First travel aman, nyaman dan fasilitasnya bagus. Tidak menyangka, akan ada musibah seperti ini. Dirinya sendiri aku Laela, menjadi penghubung karena ingin menyenangkan, membantu mengurus warga yang ingin berangkat umroh.

Saat ini, lanjut Laela dirinya masih di Jakarta dan berikhtiar melalui lawyer yang ditunjuk Vonny agen First travel untuk mengusahakan uang jamaah kembali.

“Agen yang berhubungan dengan kami itu namanya Vonni, warga Depok. Nah sakarang kami sedang urus. Mohon doanya semoga Allah memudahkan urusan ini dan memberikan kekuatan lahir batin kepada kami dan jamaah,” terang Laela. Korankito.com/ujang/depe.