Spesialis Bobol Rumah Kosong Diciduk 

Salah satu tersangka saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Dua spesialis bobol rumah kosong, Herwan alias Iwan (22) dan Andrian alias Atuk (33) berhasil diciduk Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Selasa (22/8) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Satu tersangka Iwan terpaksa dilumpuhkan timah panas di kakinya, lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap oleh petugas di kediamannya.

Berdasarkan data dihimpun, ulah keduanya berawal saat Pasehisman bersama keluarga lainnya meninggal rumahnya di Jalan Letnan Hadin, Kecamatan IT I Palembang, dalam keadaan kosong, Minggu (6/8) pagi.

Betapa terkejutnya korban bersama anggota keluarga lainnya saat pulang ke rumahnya sekitar pukul 22.00. Ia melihat pintu rumah serta pintu garasinya sudah dibuka secara paksa dengan merusak kunci gembok.

Dari rumah korban, pelaku berhasil menggasak barang berharga diantaranya satu unit mobil Innova BG 1073 IP, senjata air gun, satu buah tab Samsung dan lainya sehingga mengalami kerugian ratusan juta.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing mengatakan tertangkapnya pelaku setelah menindaklanjuti laporan korban.

“Jadi Minggu 6 Agustus, terjadi aksi pencurian dengan pemberatan, kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang pelaku,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (22/8) siang.

Lebih lanjut, Robert mengungkapkannya berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tersangka melakukan perbuatannya hanya berdua dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario BG 2175 ABD.

“Baru mengakui dua TKP, namun akan kita kembangkan lagi diduga masih ada yang lainnya. Pelaku berinisial A merupakan salah satu tahanan yang lari dari Lapas Pakjo, beberapa waktu yang lalu,” tuturnya.

Atas ulahnya itu, kedua tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun penjara. “Tersangka sudah diamankan berikut barang bukti, sepeda motor dan barang lainnya,” kata Robert.

Sementara itu, Iwan mengatakan nekat melakukan perbuatannya dikarenakan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. “Ini baru yang pertama kali pak, uangnya sudah habis pak digunakan untuk makan,” tutupnya. korankito.com/depe.