Satu Sopir Taksi ‘’Online’’ Dibunuh

Korban saat dibawa pulang ke rumah duka, KORANKITO/ADI

Palembang- Seorang pengemudi angkutan umum berbasis aplikasi daring ditemukan tewas mengenaskan di kawasan perkebunan Balai Penelitian (Balit) Sembawa, Kabupaten Banyuasin atau 18 kilometer dari Kota Palembang.

Mayat korban bernama Edwar Limba (34) warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang tersebut saat ini berada di kamar instalasi forensik RS Bhayangkara.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga penjaga perkebunan sekitar pukul 23.30 dalam posisi terlentang dan bersimba darah.

Menurut Kapolsek Pangkalan Balai Iptu Bayu Setiawan, almarhum Edwar diduga kuat merupakan korban pembunuhan. ‘’Sampai saat ini dengan dibantu dari Polres Banyuasin jajaran Polsek Pangkalan Balai sedang melakukan penyelidikan,’’ jelasnya.

Sementara itu, sejumlah rekan korban sesama pengemudi angkutan umum berbasis aplikasi daring yang mendatangi RS Bhayangkara, Selasa (22/8). “Ya benar ini kawan kami,” kata Zulkifli (46) bersama puluhan rekan-rekan korban lain.

Disebutkan, sebelum kejadian korban bertugas menjemput pelanggan di kawasan Jalan Sudirman dan mengantar ke kawasan Talang Betutu, Sukarame, Palembang pada Senin (21/8) malam, namun hingga Selasa (22/8) pagi tidak pulang ke rumah hingga akhirnya ditemukan tewas mengenaskan di Sembawa.

Menurut Zulkifli, almarhum baru beralih profesi menjadi pengemudi angkutan umum berbasis aplikasi daring, setelah lama bekerja sebagai medical representatif di sebuah perusahaan farmasi di Palembang. “Dia kerja di perusahaan farmasi selama ini, tapi sekitar empat hari lalu memang sempat ngobrol mau berhenti mau gabung dengan perusahaan angkutan umum berbasis daring,” katanya.

Dikatakan, korban sudah mengajukan pemberhentian sejak satu pekan lalu dan tepat pada Senin (21/8) kemarin, resmi berhenti. Terakhir bertemu, melihat perilaku aneh dari Edwar yang bolak-balik di ruang kantor. Hanya saja tidak diketahui ada permasalahan apa dengan korban. “Tidak ada masalah di kantor. Tapi mungkin saja motifnya dendam, sebab kabarnya mobil dan jam tangan Edwar tidak diambil,” papar Zulkifli..

Dari RS Bhayangkara dikabarkan, korban Edwar Limba mengalami luka memar di belakang kepala dan jeratan di leher.

“Di kepala belakang bagian kiri, memar benda tumpul, di lehar ada bekas jeratan juga. Terus tangan kiri dan kanan luka robek, mungkin berkelahi. Tidak ada luka tusuk,” kata dokter forensik RS Bhayangkara, Indra.

Dikatakan, jika dilihat dari kondisi jenazah diperkirakan korban sudah meninggal delapan jam sebelum diantar ke RS Bhayangkara Selasa (22/8) pukul 05.00 WIB.

Artinya korban tewas dieksekusi pelaku sejak yang bersangkutan pamit keluar rumah Senin (21/8) pukul 18.30  hingga 21.00 . “Kita tidak tahu penyebab kematiannya, bisa karena jeratan itu atau benturan benda tumpul di kepalanya,” ucap Indra. korankito.com/waluyo/adi/depe.