Dimata Keluarga, Edwar Suami dan Ayah Yang Penyayang

Suasana rumah duka yang diduga sopir taksi online. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Meninggalnya terduga sopir taksi online Edwar Limba yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Sembawa, kemarin malam menyisakan duka mendalam untuk keluarga dan rekan-rekan kerja korban. Terutama untuk istri dan anak-anaknya.

Pantauan di rumah korban, Selasa (22/8) suasana rumah korban yang merupakan warga Lorong Kedukan nomor 712 B RT 24 RW 07 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang ini yang biasanya sepi, sejak ditemukannya jenazah korban yang diduga menjadi korban pembunuhan tersebut tampak ramai didatangi puluhan rekan korban, sahabat dan keluarga korban untuk menyampaikan ucapan turut berduka cita.

Isak tangis dari keluarga pun terdengar dari luar kediaman korban yang terlihat mewah tersebut. Terutama istri korban yang begitu sangat terpukul dengan kepergian suaminya dalam keadaan yang tidak wajar. Seakan tidak mau beranjak dari samping jenazah suaminya, istri korban terus menangisi jenazah korban yang telah terbujur kaku di tutupi dengan kain.

Tidak hanya istri korban, kedua anaknya yang ikut mendampingi ibunya pun tidak luput dari kesedihan mendalam. Dengan tatapan kosong dan merenung kedua anaknya yang bernama Cantika kelas empat SD dan Farhan yang masih TK hanya bisa terpaku melihat jenazah ayahnya yang telah terbujur kaku.

Tangisan Istri korban yang bernama Rosalina yang mengenakan pakaian kaos berwarna orange dan kerudung hitam ini pun bahkan tak seolah tak bisa terhenti. Terlihat mata Rosalina ini pun sembab karena terus menangisi kepergian suami tercinta.

Dimata mertua korban yakni Zaini, Edwar dikenal sebagai sosok yang baik dan sangat sayang kepada keluarganya. Bahkan Edwar pun tak segan selalu menunjukkan kemesraan dengan istrinya dihadapan keluarga dan umum.

“Dia itu anak yang baik, sayang sekali sama istri dan kedua anaknya. Bahkan saya suka iri melihat kemesraan mereka berdua walaupun sudah menikah hampir 10 tahun, ” ujar mantan camat Kertapati ini.

Ia mengatakan sang menantunya itu selalu saja membuat istri dan anaknya bahagia. Walaupun sibuk bekerja namun Edwar selalu menyempatkan membagi waktu bersama keluarga.

“Edwar juga dikenal orangnya simpel, mudah bergaul. Walaupun dia masih mudah tapi pergaulan di sini sangat baik, ” tegasnya.

Diketahui , korban ini bekerja sebagai taksi online sejak tiga bulan terakhir. Dan selama ini korban dikenal di mata tetangga sangatlah baik dan harmonis didalam keluarganya. “Dia ini orangnya sangat baik, ramah dan juga penyayang sama istri, ” ujar mertua korban , Zaini.

Ia menceritakan informasi hilangnya menantu kesayangannya tersebut ketika sang anak yakni Rosalina Zaini mendatangi rumahnya pada Selasa subuh. Lalu, sang anak bilang kalau suaminya tidak pulang kerumah usai pamit keluar pada Senin malam (21/8) sekitar pukul 18.30 wib.

“Anak saya kerumah dia bilang sambil nangis katanya suaminya itu gak pulang-pulang dari semalam, ” ujar mantan camat Kertapati ini.

Setelah itu, dirinya pun bersama anaknya berusaha mencari keberadaan korban dan terlacak di GPS handphone korban ada diarah Banyuasin. “Setelah pukul 9 pagi kami dapat kabar kalau menantu saya itu sudah ditemukan tak bernyawa dan kami langsung bergegas ke rumah sakit bhayangkara, ” tegasnya.

Zaini mengatakan sang menantu dahulunya bekerja sebagai detil atau obat-obatan di salah satu rumah sakit. Namun beberapa bulan terakhir ini ikut gabung jadi taksi online dan penghasilannya cukup lumayan. “Selama jadi taksi online kehidupan ekonomi cukup baik. Apalagi istrinya juga kerja di dinas perhubungan yang dinas di Bandara, ” tutupnya. korankito.com/depe.