Mabes Polri Apresiasi Penanganan Karhutla di Sumsel

Asops Kapolri Irjen M Iriawan bersama Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat melihat langsung pembentukan kanal-kanal guna pencegahan kebakaran di Desa Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Selasa (15/8). KORANKITO/ADI.

Palembang- Setelah melihat keefektifan penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),  yang ada di Sumatera Selatan. Kepolisian RI berencana akan menjadikannya sebagai pilot project di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah dengan struktur tanah gambut. Hal tersebut dikatakan, Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol M Iriawan usai Apel Supervisi dan Asistensi Penanggulangan Karhutla dan pantauan di Desa Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumsel, Selasa (15/7/2017). Ikut mendampingi Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Kemudian perwakilan Pemprov Sumsel, Najib Asmani dan Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam dan pejabat lainnya.

“Setelah saya melihat langsung cara penanganan dan pencegahan yang ada di Sumsel ini, saya akan melaporkannya ke Kapolri melalui dirinya akan ke Presiden. Cara ini akan dijadikan salah satu pilot project yang akan digunakan di provinsi lain khususnya di Polda lain, dengan sistem yang benar tersebut penurunan hingga 80 persen asap yang ditimbulkan kebakaran lahan,” katanya.

Ia menjelaskan, sangat mengapresiasi kekreatifan serta kinerja semua pihak untuk penanganan kebakaran lahan di Sumsel. Kekreatifan tersebut seperti, memfungsi dan manfaat sekat kanal pada setiap lahan yang sering terjadi kebakaran, embung yang berupa tendon air atau waduk berukuran kecil pada suatu lahan, dimana kegunaannya untuk menampung kelebihan air di musim penghujan. Pemanfaatannya akan terasa pada musim kemarau baik untuk keperluan di bidang pertanian maupun kepentingan masyarakat banyak, termasuk sumber air untuk memadamkan api di kawasan yang terbakar.

“Sistem sekat kanal ini saya nilai cukup berhasil dan ini yang akan dijadikan pilot project, termasuk pengadaan motor pemadam dapat menjangkau lokasi-lokasi sempit dan hal ini akan dijadikan acuan bagian Polda lainnya,” ujarnya.

Selain beberapa sistem tersebut Iriawan mengatakan, pihaknya melihat ada terobosan kreatif dari Polda yang sudah memonitor seluruh wilayah Sumsel pakai satelit LAPAN dan NASA, sehingga titik api atau hotspot di mana koordinatnya dapat terlihat langsung dari layar. Setelah itu, dari operator akan langsung menghubungi pos darat, lalu anggota TNI-Polri kerja sama dengan Pemerintah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan instansi terkait lainnya, akan langsung berupaya memadamkan api. Jika titik api cukup besar dan lokasinya sulit dijangkau tim satgas darat, maka akan dilanjutkan ke satgas udara untuk melakukan pemadaman api dengan cara bom air atau water boombing.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Satgas Karhutla Sumsel yang telah bekerja keras. Semoga tahun depan akan lebih baik lagi dan tidak ada lagi asap yang melanda hingga ke negara tetangga,” ucap Mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menambahkan, penanganan antisipasi karhutla yang ada di Sumsel jauh-jauh hari, mendapat respon baik dari Kapolri Jenderal M Tito Karnavian dalam rapat kerja penanganan karhutla di Riau beberapa hari lalu. Polda Sumsel menjadi percontohan untuk Polda lain dalam penanganan antisipasi karhutla menggunakan teknologi, yakni dengan menggabungkan satelit dari LAPAN dan NASA.

“Kita telah membentuk tim pemantau karhutla sehingga selalu dapat memonitor perkembangan munculnya titik api,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan, Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto mengatakan, terkait peralatan yang dipakai tim penanggulangan karhutla. Salah satunya yakni drone yang dipakai petugas untuk memantau lokasi rawan karhutla. Drone tersebut dapat terbang sejauh 3 kilometer dan terbang selama 25 menit.

“Drone ini dapat terbang sejauh 3 kilometer untuk memantau titik-titik api sebelum tim pemadaman datang. Jadi sangat efektif membantu untuk memantau lokasi-lokasi rawan karhutla,” pungkasnya.  Korankito.com/adi/depe.