Cupang KOI Mura Dihargai Dengan Dolar

Benn Akmal (30), penjual ikan cupang KOI dikawasan daeran Musirawas. Foto/dhia

Musirawas – Bisnis ikan cupang KOI kini tengah menjadi trend. Bahkan bisnis tersebut cukup menggiurkan dan menjanjikan dipangsa pasar lokal maupun luar negeri. Khususnya diwilayah Kabupaten Musirawas (Mura) dan Lubuklinggau dimana peminatnya cukup banyak.

Benn Akmal (30), penjual ikan cupang KOI mengatakan, dirinya sudah lama menggeluti bisnis ikan cupang KOI. Tidak hanya membuka lapak di rumahnya di Jl MTS Muhamadiyah, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, bisnis tersebut juga dibuka secara online via media sosial melalui facebook.

“Saya jual dengan harga dolar,” kata Benn Akmal.

Menurutnya, harga pangsa pasar ke luar negeri cukup tinggi ketimbang dipasarkan hanya di lokal saja. Adapun cupang KOI yang ditawarkannya ke luar negeri yakni ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Francis dan Amerika dengan harga mulai dari 20 dolar sampai 100 dolar.

“Orang luar menganggapnya mungkin eksotis, melihat seni dari corak warnanya. Mungkin juga didaerah sana tidak hidup,” bebernya.

Selain pangsa pasar ke luar negeri, ikan cupang KOI peliharaannya itu juga dijual kesejumlah kota di Indonesia. Seperti ke Bogor, Jakarta, Jawa Timur, Irian Jaya dan Palembang. “Yang dijual itu cupang KOI usia tiga sampai empat bulan. Itu bisa dijual,” timpalnya.

Benn menambahkan, sepengetahuannya jenis ikan cupang disamping jenis KOI, juga acapkali menjadi buruan cupang jenis giant dan pensi. “Paling banyak dicari dan harganya atau greatnya bagus, bisa mencapai jutaan. Kalau saya yang biasa saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurdin (29) salah seorang penggiat ikan cupang KOI asal Palembang yang ditemui dilokasi saat tengah berburu ikan cupang KOI mengaku dirinya sengaja berburu ikan cupang KOI hingga ke Mura dan Lubuklinggau. Sebab, di Sumsel penggiat ikan jenis cupang KOI didua daerah itu cukup mumpuni.

“Saya pecinta cupang KOI, warnanya bagus,” pungkasnya.(koreankito.com/dhia/amel).