Turunkan 60 Petugas Sat Pol PP, Pembangunan Ibis Dihentikan

Penutupan Hotel Ibis. Foto/Raya.

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akhirnya resmi menghentikan sementara pembangunan Hotel Ibis. Penyetopan ini menyusul setelah adanya kesepakatan bersama antara pihak Thamrin Group, Pemkot Palembang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang sebelumnya.

Pantauan dilapangan, sebanyak satu pleton petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) diturunkan untuk membantu penutupan sementara hotel yang terletak di Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT)  I tersebut. Para pekerja hotel pun tidak dapat berbuat banyak saat petugas Sat Pol PP menggembok pintu tempat keluar masuk para pekerja.
 
Kepala Satpol PP Palembang melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah, Dedi Harapan mengungkapkan, penutupan hotel yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan poin-poin yang telah diputuskan bersama saat rapat gabungan instansi terkait bersama DPRD kota Palembang sebelumnya. Dimana berdasarkan kesepakatan, semua pekerjaan konstruksi harus dihentikan sementara.
 
“Yang boleh dilakukan saat ini hanya pengerjaan untuk perbaikan kerusakan saja. Ini tidak di segel karena sifatnya sementara, sedangkan untuk melakukan penyegelan harus ada SOP-nya,” ungkapnya, Selasa (15/8).
 
Menurut Dedi, kendati awalnya pihak Ibis enggan dan keberatan dengan keputusan DPRD ini. Namun saat dilakukan penggembokan malah pihak Ibis sendiri memerintahkan agar pegawainya mengikuti kesepakatan yang telah dibuat dengan membiarkan petugas Sat Pol PP menutup pembangunan tersebut.
 
“Pihak Ibis berjanji akan segera mengajukan revisi perizinan terhadap luas bangunan dan juga amdal lalin yang dipermasalahkan kemarin. Nah, kalau misalnya semua perizinan dan perbaikan sudah clear dilakukan maka bisa langsung dilanjutkan pembangunannya,” terangnya.
 
Diketahui, ada 100 orang pekerja yang diistirahatkan dalam kurun waktu satu minggu ini.  Sedangkan untuk menjaga lokasi pembangunan selama penghentian sementara teraebut,  pihaknya akan menempatkan sebanyak 60 petugas.  
“Akan kita bagi per-shift dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 20.00. Begitu sebaliknya unuk shift selanjutnya,” tukasnya.
 
Ditambahkannya, seandainya pihak Ibis masih ngotot ingin tetap membangun namun tidak menyelesaikan masalah ini hingga tujuh hari kedepan maka akan kembali di evaluasi oleh DPRD. (korankito.com/raya/amel).