Atasi Kekeringan Lahan, Karo Ops Polda Sumsel Turunkan Brimob ke OKI

Karo Ops Polda Sumsel saat, meninjau kanal blocking di kawasan Sepucuk. Foto/Endri.

OKI – Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumsel, Kombes Pol Edi Setio Budi akan menurunkan anggota Brimob ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), guna melakukan pengawasan dan pengecekan kelapangan terhadap Polsek dalam penanganan kanal blocking yang saat ini telah dibuat untuk mengatasi kekeringan di lahan gambut daerah setempat.

“Istilahnya supervisi, jadi kanal blocking yang dibuat di wilayah Polsek- Polsek akan dinilai oleh Brimob. Bila belum benar maka harus diperbaiki,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, seiring memasuki musim kemarau, saat ini debit air mulai menyusut, sehingga untuk mengatasi hal tersebut tim gabungan penanggulangan kebakaran dan lahan (Karhutla) OKI, baik polisi, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, MPA, perusahaan dan lainnya terus bersiaga dan selalu waspada.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan kekeringan lahan yakni dengan membuat kanal blocking yang dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat, perusahaan dan tim karhutla lainnya termasuk jajaran kepolisian di Polsek-Polsek.

Upaya tersebut, mendapat apresiasi dari Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Edi Setio Budi yang sengaja melakukan kunjungannya ke kawasan Sepucuk Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Sabtu (12/8).

Dalam kunjungannya Karo Ops, mengajak masyarakat mencoba untuk mencangkul lahan gambut yang berada sekitar 50 meter dari kanal blocking yang telah dibuat. Hasilnya, permukaan air hampir sama dengan air pada kanal yang di blocking.

“Dengan pembuatan kanal ini, diharapkan mampu menjaga agar gambut tetap basah dan bisa bertahan minimal hingga 2-3 bulan ke depan,” ujar Kombes Pol Edi Setio Budi didampingi Kapolres OKI AKBP Ade Harianto dan Kapolsek Kayuagung AKP Feriyanto.

Upaya kanal blocking ini, lanjutnya, merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kekeringan di lahan gambut.

“Kita silahkan jika pihak Pemda OKI, untuk mempermanenkan kanal blocking ini, ” terangnya.

Karo Ops juga mengimbau kepada seluruh Polsek agar memantau dan memperbaiki kanal blocking yang telah dibuat.

“Jika ada kerusakan segera diperbaiki. Tak hanya itu, bila memasuki musim hujan pintu airnya juga harus sesuai agar lahan tidak terendam. Sejauh ini upaya yang dilakukan Polres OKI, terutama Polsek Kayuagung dalam pembuatan kanal blocking lumayan baik. Namun dalam pengawasan dan pengecekan di lapangan nanti, juga akan diturunkan anggota Brimob Polda Sumsel,” kata Karo Ops.

Sementara itu Kapolres OKI AKBP Ade Harianto didampingi Kapolsek Kayuagung AKP Feryanto menambahkan, pembuatan sekat kanal ini bukanlah satu-satunya cara dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat agar saat melakukan aktifitas di lahan perkebunannya, tidak melakukan pembakaran dengan tujuan apa pun.

“Berbagai macam kegiatan seperti patroli darat terpadu, penyuluhan, menyebarkan maklumat larangan membakar lahan, memasang spanduk larangan, membentuk forum masyarakat peduli api, dan membentuk masyarakat Kabupaten OKI peduli karhutla telah kita lakukan,” ujar Kapolres OKI.

Pihaknya juga akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan, apakah itu dilakukan oleh masyarakat maupun koorporasi.

Terobosan lainnya yang dilakukan di OKI ialah adanya pembentukan siswa peduli api yang digagas MTS Ar Rahman, Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam.

Sekolah ini memberikan materi dan pengetahuan dan materi mengenai bahaya karhutla dan pencegahan serta penanggulangannya. (korankito.com/endri/amel)