Bisa Dipercaya

Diza Febrhomi : Belitang Mampu Jadi Kota Terpadu Mandiri

Diza Febrhomi berfoto bersama mantan Bupati OKU Timur Herman Deru. Foto/Ist

Palembang – Pemuda yang pintar dan senang berorganisasi ini sangat ini menyukai suasana daerah Belitang. Sebagai pemuda yang memiliki banyak keluarga yang berdomisili di sana,  Diza Febrhomi sangat tertarik dengan potensi-potensi yang dimiliki Belitang.

Menurutnya Belitang bisa lebih maju lagi. Keponakan dari Bertu Merlas yang sekarang masih menjabat sebagai DPR-RI dari Fraksi PKB, bahkan lebih banyak menghabiskan waktunya di Belitang.
“Kegiatan di Belitang saat ini mulai padat mba. Sekarang juga sedang bantu paman untuk sosialisasi pencalonan pilkada Gubernur nanti, ” ungkap cucu dari Pesirah Hamzah ini
Karena itu,  jelas pria yang akrab di sapa Omi ini sangat senang berlama-lama di Belitang. Bahkan Omi berharap dapat turut serta membantu memajukan Belitang.
Ia meyakini Belitang sudah layak menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM). Hal ini dikarenakan Belitang telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta area persawahan yang sangat luas, sehingga Belitang bisa menjadi lumbung pangan terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel).
“Pasar sudah ada dan lemgkap. Selain itu ada banyak perbankan yang dapat mempermudah masyarakat untuk bertransaksi melalui perbankan,” katanya.
Bukan hanya itu, Omi yang juga merupakan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumsel ini juga mengatakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan pengobatan juga, di Belitang sudah memiliki rumah sakit baik itu rumah sakit umum daerah (RSUD) dan juga swasta. Serta beragam sekokah dari tingkat sekolah dasar sampai menengah atas dan juga perguruan tinggi.
“Untuk moda transportasinya Kota Belitang yang sudah di kenal kalangan luas, yakni angkutan umum ke kota-kota besar di Indonesia seperti Palembang, Lampung, Jakarta, Jogya, Solo dan lain sebagainya. Bahkan telekomunikasinya pun memadai,” ungkap pria kelahiran 1994 ini.
Selain itu, pemuda yang akrab di sapa Omi ini menguraikan, bahwa kini Belitang tak hanya mengandalkan padi sebagai sumber bahan pokok. Tercatat, karet sebagai komoditas yang mulai menyaingi “popularitas” padi.
“Harga karet yang melambung tinggi pada tahun 2008 menjadikan petani karet makin makmur. Walaupun sekarang harga karet saat ini (2017) sedang turun. Alhasil, ini membawa perubahan bagi kemajuan Belitang. Sehingga kegiatan ekonomi makin mengeliat,” ujar pria yang suka bermain bulutangkis dan drum ini.
Pria bertitle Magister Managemen lulusan STIE Trisna Negara ini sangat gemar mengikuti safari Jumat, pengajian dan kegiatan bermasyarakat lainnya. Meskipun saat ini sedang gencar membantu salah satu pamannya yang merupakan mantan Bupati OKU Timur untuk sosialisasi pencalonan Gubernur Sumsel periode 2018-2023, namun tetap tidak pernah melewatkan undangan dari masyarakat Belitang kalau tidak ada halangan.
“Untuk warga Belitang, dengan senang hati menerima undangannya. Kalau berkenan, undang saja saya melalui SMS atau telepon dinomor +62 822 81566833/+62 857 68738451,” kata keponakan mantan Bupati OKU Timur H Herman Deru.  (korankito.com/ezak/amel)