Bisa Dipercaya

Begal Sadis Jakabaring Didor Polisi

Dua tersangka begal sadis yang sering beraksi di kawasan Jakabaring saat diamankan di Polresta Palembang. KORANKITO/DEPE.

Palembang- Dua tersangka begal sadis yang sering beraksi di kawasan Jakabaring yakni Iwan Saputra (20) bersama Rihannudin alias Rehan (27) akhirnya ditangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Kedua tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kedua kakinya, lantaran mencoba melawan serta kabur saat ditangkap petugas kepolisian dikediaman masing-masing, Selasa (8/8) sekitar pukul 20.00.

Berita Sejenis
1 daripada 35

Berdasarkan data yang dihimpun, ulah kawanan pelaku berawal saat korban Dea Oktasi (17) hendak pergi ke rumah kakak perempuannya dengan mengendarai sepeda motor, Kamis (20/7) sekitar pukul 17.00.

Saat melintas di depan Dekranasda, Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring, Kecamatan SU I Palembang, siswi sekolah menengah atas (SMA) ini dipepet oleh ketiga pelaku Iwan, Rihan dan SK (DPO).

Kawanan pelaku langsung merampas sepeda motor yang dikendarai oleh Dea. Meskipun sudah menyerahkan motornya, korban masih mengalami luka dipinggang usai ditusuk oleh tersangka Iwan menggunakan pisau.

Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskrim Ipda Alkaf mengatakan setelah menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap dua pelaku.

“Modus yang digunakannya, saat melihat korban mengendarai motor sendirian, mereka memepet serta meminta motor korban. Tapi, saat hendak diserahkan, datang tersangka Iwan dari belakang dan menusuk korban, katanya.

Lanjut Alkaf, saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek SU I Palembang, Rabu (9/8) siang, dari pengakuan tersangka sepeda motor korban telah dijual seharga Rp2,5 juta di kawasan Desa Tanjung Raja, Kabupaten OKI.

“Untuk barang bukti yang kita amankan, sajam jenis pisau dan sepeda motor Yamaha Mio Sporty nopol BG 4444 YV yang digunakan pelaku beraksi dan keduanya akan dikenakan Pasal 365 KUHP,” tambah Alkaf.

Sementara tersangka Iwan menagkui perbuatannya yang sudah membegal serta menusuk korban. Menurutnya, hal tersebut dilakukannya lantaran tidak mempunyai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Iya pak, waktui itu saya yang menusuk korban sebanyak dua kali di pinggang. Baru satu kali ini pak, motornya sudah dijual seharga Rp2,5 juta dan uangnya kami bagi bertiga. Kalau yang saya, sudah habis untuk makan sehari-hari pak,” pungkasnya. korankito.com/depe.