Bisa Dipercaya

Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Bersatu Padamkan Api

Suasana peninjauan langsung kebakaran lahan di Kabupaten OI, bersama seluruh jajaran Polda Sumsel hingga jajaran Brimob Polda Sumsel, di desa Arisan Jaya, Pemulutan Barat, Kabupaten OI, Senin (7/8). KORANKITO/ADI

Palembang- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto berkesempatan meninjau langsung kebakaran lahan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Oleh sebab itu dirinya mengapresiasi kinerja masyarakat yang turut memadamkan api, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya datang langsung ketempat kebakaran ini untuk berpesan betul kepada seluruh masyarakat dan satgas Karhutla, untuk bersatu padu dalam pemadaman api dan mencegah kebakaran, agar kebakaran yang terjadi ini jangan sampai meluas,” katanya, disela-sela peninjauan langsung kebakaran lahan di Kabupaten OI, bersama seluruh jajaran Polda Sumsel hingga jajaran Brimob Polda Sumsel, di desa Arisan Jaya, Pemulutan Barat, Kabupaten OI, Senin (7/8).

Berita Sejenis
1 daripada 6

Kapolda pun sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat kalau ada titip api kecil sebisa mungkin dipadamkan. “Kemudian tolong kepada masyarakat yang budaya maseh suka membakar untuk membuka lahan mari sama-sama kita tinggalkan. Ingat tahun depan kita tuan rumah asian games jangan negara kita dicap jelek karena adanya asap,” pesannya didepan puluhan masyarakat yang turut memadamkan api.

Lebih lanjut, Agung mengatakan, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polda Sumsel akan memberikan tindakan tegas terhadap pelaku yang menyebabkan karhutla.

“Saat ini ada dua pelaku Karhutla yang telah ditangkap yakni berinisial KM (45) warga Sungai Rambutan Inderalaya ditangkap pada Jumat (21/7), serta TB (40) warga Sematang Borang Palembang ditangkap pada Rabu (26/7) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka saat ini masih dalam tahap pemeriksaan,” ujarnya.

Selain itu, Agung pun menegaskan bahwa Polda Sumsel pun telah menyiapkan dana sebesar Rp2 miliar untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus karhutla di wilayah Sumsel.

“Kita dapat dana sebesar Rp2 miliar dari Mabes Polri untuk karhutla. Kalau kurang bisa ditambah lagi. Jadi dalam mengatasi karhutlah ini kita tidak main-main. Bahkan kalau ada pelaku dan menjadi tersangka akan dijerat dengan pidana,” tegasnya.

Terkait tindakan tegas terhadap pelaku karhutla, Agung menegaskan, hukuman yang diterapkan tidak akan main-main untuk menghukum pelaku. Sementara ini belum ada ketetapan tersangka terkait karhutla. “Pastinya akan kita tindak tegas terhadap pelaku sesuai payung hukumnya. Intinya kita memaksimalkan untuk tidak terjadi adanya karhutla,” pungkasnya. korankito.com/adi/depe.