Tergiur Upah Besar, Buruh Sadap Karet Antar Shabu

Suasana gelar perkara di Mapolda Sumsel, Minggu (6/8). KORANKITO/ADI.

Palembang- Gara-gara tergiur upah besar, Novi (29) warga Jalan Buntung, Desa Sungai Cepar, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) nekat mengantarkan satu kilogram narkoba jenis shabu-shabu.

Atas ulahnya itu, Novi harus merasakan dinginnya balik jeruj besi setelah ditangkap oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel di kawasan Kabupaten OKI, Sabtu (5/8) malam.

Dihadapan petugas, dirinya mengaku sudah dua kali mengantarkan paket shabu-shabu ke Kabupaten OKI dan untuk satu kali pengiriman ia mendapatkan upah sebesar Rp5 juta.

“Saya sudah dua kali menjadi kurir yang pertama berhasil dibawa ke OKI. Sementara yang kedua ini ditangkap polisi. Setiap pengantaran saya menerima upah Rp5 juta,” katanya, OKI ini.

Ia menjelaskan, dirinya nekat menjadi kurir narkoba karena butuh uang, lantaran selama menjadi buruh karet uang yang didapatnya tidak seberapa dan berbanding terbalik dengan upah yang diterima selama menjadi kurir sabu.

“Kakak sepupuh saya yang memberikan pekerjaan ini, dia menghubungi saya untuk mengambil plastik dibawah tiang listrik dan disuruh mengantarkannya ke OKI,” tambah pria yang kesehariannya sebagai buruh karet ini.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda  Sumsel Brigjen Pol Asep Suhendar membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, modus pengiriman shabu yang dilakukan tersangka terbilang baru dengan dimasukkan ke dalam kemasan Cina.

“Dari hasil penangkapan dengan modus baru yakni disimpan dalam kemasan teh Cina. Kita berhasil mengamankan shabu seberat satu Kg beserta satu orang tersangka yang menjadi kurir, yang ditangkap di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI),” katanya saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Minggu (6/8) petang.

Dalam kurun satu bulan lebih, terhitung sejak Juli hingga Agustus. Ditres Narkoba Polda Sumsel berhasil mengamankan 1,953,17 gram narkoba jenis shabu-shabu dengan jumlah tersangka 23 orang.

Menurut Kapolda, keberhasilan tersebut tidak lepas dari masyarakat yang sudah mulai berani memberikan informasi tentang keberadaan para tersangka dan aktifitas narkoba serta keaktifan seluruh jajaran anggota dibidang Narkoba.

“Ini akan terus kami tingkatkan sehingga peredaran narkoba di Sumsel bisa dinimalisir. Oleh sebab itu Polda Sumsel tetap meminta peranan masyarakat guna memerangi narkoba,” tutupnya. Korankito.com/adi/depe.