Bisa Dipercaya

Petani Merenggang Nyawa Ditangan Begal

Korban Dayin saat berada di RSUD Talang Ibi. KORANKITO/CR1

PALI- Dayin (65) warga Dusun III, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus meregang nyawa akibat keberingasan kawanan pelaku begal sepeda motor.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika korban bersama istrinya dengan berboncengan sepeda motor Honda Revo hendak ke kawasan Ribu Gaja untuk menyadap karet, Sabtu (5/8) sekitar pukul 07.00.

Berita Sejenis

Juruparkir Todong Penumpang Bentor

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

Motor Baru Ulfa Dirampas Begal

1 daripada 34

Saat melintas di Jalan Pertamina, kawasan Ribu Gajah, pasangan suami istri ini berpapasan dengan dua orang pemuda yang juga mengendarai sepeda motor.

Namun, tanpa disadari oleh korban kedua pemuda tersebut berbalik arah dan mengejar sepeda motor yang dikendarainya. Setelah dekat, kawanan pelaku menendang motor Dayin yang membuatnya tersungkur.

Korban sempat bergulat dengan kawanan pelaku, namun diduga faktor usia serta pelaku menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok, Dayin pun tersungkur setelah mendapatkan dua tebasan sajam pelaku.

Dayin menjerit minta tolong yang membuat para pelaku kabur seraya membawa sepeda motornya. Tak lama, warga pun berdatangan ke lokasi dan membawa korban ke Puskesmas Pembantu Kartadewa.

Akan tetapi, saat dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya, diduga lantaran kehabisan darah. Oleh pihak Puskesmas, Dayin dibawa ke RSUD Talang Ubi untuk dilakukan visum.

“Pas sedang menyadap karet, saya mendengar teriakan orang kesakitan minta tolong. Pas dicek, ternyata puguk (kakek_red) Dayin sudah tergeletak dan terluka bersimbah darah,” ujar Darmawi (37) warga sekitar lokasi kejadian.

Menurut Darmawi, korban sempat memintanya untuk dibawa ke rumah sakit. “Tolong aku Dar, bawe (bawa_red) ke rumah sakit,” ucap Darmawi menirukan perkataan korban.

Ditambahkan Mareta, aksi begal sepeda motor di Desa Benuang memang sudah sangat meresahkan warga sekitar. Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap kawana begal.

“Kami disini sudah sangat resah pak. Sedang berada di desa, motor dicuri orang di rumah, pas mau keluar malah ditodong orang. Jadi kami serba salah dan berharap pihak kepolisian segera membekuk pelakunya,” tutupnya. Korankito/ CR1/Depe.