Bisa Dipercaya

Uang Palsu Beredar di Banyuasin

Salah satu warga saat menunjukan uang palsu pecahan Rp50 ribu. KORANKITO/WALUYO

Banyuasin- Masyarakat Kabupaten Banyuasin belakangan ini dibuat resah dengan beredarnya uang palsu (upal) pecahan Rp50 ribu.

Tak hanya pecahan Rp50 ribu, menurut Yanto warga Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, pecahan Rp20 ribu dan Rp100 ribu juga sudah beredar.

Berita Sejenis

Belum lama ini kata Yanto, di kantin Rumah Sakit Daerah di Banyuasin mendapatkan uang palsu dari keluarga pasien dengan nominal Rp50 ribu.

“Kemarin siang ada keluarga pasien belanja di salah satu kantin, kedapatan memakai uang palsu pecahan Rp50 ribu,”ucap Yanto.

Ditambahkanya, uang tersebut diketahui palsu lantaran saat terkena air warnanya menjadi luntur.

“Sepertinya kertas HVS, dengan cara discan. Warnanya luntur, serta nomor seri dan benang pengaman tidak ada. Saya kasihan sama pemilik kantinnya, karena dibayar dengan uang palsu,” jelasnya.

Masih menurutnya, beberapa pekan yang lalu juga terjadi kantin lainnya, yang mendapati upal pecahan Rp100 ribu dan Rp20 ribu.

Upal tersebut baru diketahui, lanjut Yanto, setelah pemilik kantin hendak berbelanja di Pasar Pangkalan Balai dan dikatakan dua lembar uang tersebut palsu.

Dirinya berharap, pihak kepolisian dapat menelusuri dan menangkap orang yang belanja dengan uang palsu (upal) tersebut.

“Ya harapan saya agar pihak kepolisian dapat menelusuri dari mana asal uang tersebut dan menangkap yang membelanjakan uang tersebut, agar uang tersebut tidak beredar luas,” tutupnya. Korankito.com/waluyo/depe.