Bisa Dipercaya

Terjadinya Kebakaran Lahan Akibat Kesengajaan 

Suasan lahan terbakar di Dusun II Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). KORANKITO/CR1

PALI- Memasuki musim kemarau, kebakaran lahan mulai terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan tepatnya di belakang Bandara eks stanvack Dusun II Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kebakaran tersebut penyebabnya tak lain akibat kebiasaan buruk para petani yang telah  membakar dengan sengaja lahannya saat akan membuka ladang baru.

Karena kobaran api yang cukup besar di tambah hembusan angin kencang, membuat api dengan cepat menjalar dan merembet ke kebun warga lain, sehingga menghanguskan sekitar dua hektar lahan warga.

Bahkan petugas pemadam kebakaran dibantu petugas Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI serta puluhan anggota Polsek Talang Ubi yang datang di tempat kejadian, sempat kewalahan memadamkan kobaran api tersebut.

“Kami dari tim penanggulangan bencana kebakaran langsung turun dan berusaha memadamkan api agar tidak menjalar luas, kami kerahkan 20 petugas ditambah satu unit mobil damkar, satu unit mobil tangki air dibantu kepolisian dan masyarakat,” ujar Junaidi Anuar Kepala BPBD PALI

Diakuinya, bahwa penyebab kebakaran tersebut dilakukan oknum masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar dan tidak mengindahkan larangan yang telah di buat oleh Pemerintahan

“Kita tetap fokus pada pemadaman api, meskipun penyebabnya disengaja. Kalau masalah pelaku kita serahkan ke pihak kepolisian, yang akan menanganinya,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes yang datang ke TKP menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Ini jelas disengaja, maka kami akan bawa pelaku pembakaran ke Mapolsek untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Ditempat sama, Kahar pelaku pembakar lahan mengakui bahwa dirinya sengaja membakar lahan bersama tiga pekerja lainnya, tetapi dirinya tidak menyangka akan merembet dan meluas hingga membakar kebun warga lainnya.

“Kami hanya upahan pak, tadi kami sedang bersih-bersih dengan cara membakar sedikit-sedikit, tetapi karena angin besar, api cepat menjalar, sehingga sulit kami padamkan pak,” tutupnya. Korankito.com/cr1/depe.