Gas 3 Kilogram Langka di PALI

IST

PALI- Kelangkahan Gas ukuran 3 kg atau yang sering disebut gas melon kembali terjadi di Bumi Serepat Serasan, yang membuat Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian menjerit.

Tidak hanya itu saja, akibat kelangkaan tersebut menyebabkan harganya pun melambung tingg  dari yang biasanya harga satu tabung gas 3 kg berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per tabung, kini bisa mencapai Rp22 ribu bahkan Rp25 ribu per tabung.

Nurlela (51) warga Gang Masjid Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi mengaku kaget ketika mendapat informasi dari pengecer tabung gas melon langganannya bahwa gas melon kemarin kosong.

“Saat mau membeli gas tadi, disekitar sini tidak ada semuanya kosong. Bahkan, saya dengan anak sempat mencari ke wilayah lain, tapi memang benar-benar kosong,” tutur Lela yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang nasi uduk.

Lela berharap kelangkaan ini tidak berlangsung lama, karena diakuinya sangat kesulitan jika sampai tabung gas 3 kg benar-benar tidak ditemukan lagi.

“Susah kami, mau menggunakan kayu bakar susah carinya, minyak tanah tidak ada lagi. Kalau kelangkaan ini berlangsung lama, paling beralih ke arang saja dulu,” tambah Nurlela, Senin (31/7).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten PALI Lihan Umar ST mengaku sudah mendapat informasi bahwa kemarin gas melon terjadi kelangkaan.

“Saat ini petugas kami sedang mencari informasi baik ke pengecer, pangkalan sampai ke agen, penyebab terjadinya kelangkaan gas melon di PALI,” ujar Lihan yang ditemui di DPRD PALI usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD PALI.

Lihan juga menjelaskan, untuk harga tertinggi di pasaran harusnya Rp20 ribu  per tabung. “Rp14,5 ribu dari agen, kemudian di pangkalan Rp18 ribu dan di pengecer Rp 20ribu. Soal harga segitu, kita akan koordinasi lagi,” tutupnya. Korankito.com/hab/depe.