Dihadang Warga, Puluhan Truk Pengangkut Batubara Putar Balik

Satu unit truk pengangkut batu bara saat memutar balik setelah dihadang warga. KORANKITO/UJANG

Lahat- Sejumlah warga Kelurahan Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat menghadang truk pengangkut batu bara yang hendak mengarah ke Kabupaten Muaraenim, Senin (31/7) pagi.

Akibatnya, puluhan truk pengangkut batu bara terpaksa memutar balik kembali ke tambang atau tempat parkir lainnya yang berada di luar kawasan Kelurahan Lebuay Bandung.

Kordinator Lapangan Manto (43) mengatakan, aksi yang dilakukan oleh pihaknya sudah berlangsung selama dua hari, terhitung sejak Minggu (31/7) kemarin. Hal ini dilakukan, lantaran sering terjadi kemacetan di perbatasan Kabupaten Muaraenim.

“Setiap hari terjadi kemacetan di persimpangan tiga hingga puluhan kilometer, bahkan sampai jembatan dua Desa Muara Lawai, akibat dari mereka parkir di pinggir jalan. Makanya, aksi ini sebagai bentuk protes kepada mereka,” tuturnya.

Ditambahkan Manto, aksi ini dilakukan sebagai spontanitas dan berdasarkan surat keputusan Dinas Perhubungan Sumsel Tertanggal.03 oktober 2016 No 551.2/4701/02/Dishukomimfo/tgl 2/10/16, 551.2/4889/02/Disgubkomimfo tanggal 19/10/16, 551.2/5526/02/Dishubkomimfo tanggal /02/10/Surat Dishub lahat tanggal 26April 2017.”Ini yang menjadi acuan kami”, tegasnya.

Selain itu, Anton, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus Ketua Rukun Tetangga (RT) 02, Kelurahan Lebuay Bandung juga berharap, agar kondisi lalulintas di ruas jalinsum di Kelurahan Lebuay Bandung ini aman, nyaman dan kondusif juga lancar. “Dan aksi ini kami hanya bisa membantu pemerintah Kabupaten Lahat”, tegasnya.

Terpisah, Lurah Lebuay Bandung Rawi Ramli yang ditemui di ruang kerjanya hari ini tak menampik, jika selama ini kemacetan kerap kali terjadi di wilayahnya. Malah ia mengakui jika fenomena kemacetan ini sudah menjadi viral di dunia maya.

“Padahal sudah berulang kali kami ikut menertibkan agar angkutan batubara itu tidak parkir di bahu jalan raya, namun masih saja tidak bisa teratasi oleh kami. Sehingga emosi warga Kelurahan Lebuay Bandung sudah tidak bisa ditahan lagi, lalu mereka beramai ramai melaksanakan isi surat Dishub lahat”, beber Rawi.

Rawi memastikan, bahwa warganya tersebut hanya melarang anhkutan batubara yang melintasi di Kelurahan Lebuay Bandung dari pukul 06.00 pagi hingg pukul 18.00 wib sore. “Lewat pukul 18:00, silahkan melintasi di daerah kami ini”, terangnya. Korankito.com/ujang/depe.

 

 

 

 

 

 

 

Kapolsek menambahkan penangkapan terhadap tersangka M. Yusuf afril bin muin, (20) yang tercatat sebagai warga Desa Sungai pinang Kec.Rambutan Kab.Banyuasin dan atas polisi LP B/56/VII/2017/SUMSEL/BA/SEK.Rbt Tanggal  29 juli 2017 atas laporan Ahmad Sarkowi Bin Umar yang tercatat sebagai warga RT. 19 Dsn I Desa Sungai pinang Kec. Rambutan Kab.Banyuasin Kamis tgl 27 juli 2017 jam 12.30 wib.

 

Modus operandi yang dilakukan oleh Pelaku masuk kedalam rumah dengan mencongkel menggunakan linggis, kemudian mengambil isi rumah. Setelah pelaku berhasil masuk kedalam rumah korban langsung mengambil barang milik korban berupa 8 lusin piring beling warna putih, 2 buah kasur busa merk bola dunia, 5 lusin piring porselin, 1 buah kasur kapuk, 4 buah piring prancis, 1 buah blender, 1 buah kwali, sehingga korban  mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp.3.000.000,-

 

Dari pengakuan tersangka, petugas dapat mengembangkan perkaranya, petugas juga dari tangan tersangka berhasil menyita barang bukti berupa piring, Satu buah linggis, satu buah kasur dan satu unit gardan mobil.

 

Masih kata Kapolsek, tersangka atas perbuatannya diancam kurungan diatas 5 tahun penjara dan kawan tersangka berinisial Feri yang kini DPO supaya segera menyerahkan diri, sebab sudah terendus keberadaannya sebelum dijemput anggotanya, tegas Kapolsek mengakhiri perbincanganya.(waluyo)