Bisa Dipercaya

Spesialis Curanmor Dua Kabupaten Diringkus

Tersangka saat digiring masuk ke dalam sel jeruji besi. KORANKITO/HAB

PALI- Saparudin alias Din (38), warga Desa Sungai Dua, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin kini hanya bisa pasrah menikmati dinginnya hotel prodeo setelah tim buser Polsek Talang Ubi melakukan penangkapan saat dirinya berada di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Penangkapan tersangka Saparudin dilakukan setelah mendapat laporan dari Dodi Dahmudi (36) warga Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi yang mengaku telah kehilangan sepeda motornya.

Kepada petugas, Saparudin mengaku bahwa sudah sepuluh kali melakukan tindak kejahatan tersebut antara lain lima kali di Talang Ubi dan lima kali di Kabupaten MUBA. Bahkan, menurutnya dalam melancarkan aksinya ia hanya butuh waktu sepuluh detik dan paling lama satu menit untuk membawa pulang motor hasil curiannya tersebut.

“Sudah sepuluh kali pak, setiap beraksi selalu ditemani WT (DPO) dan NR (DPO). Hasilnya, kami jual seharga Rp1 juta hingga Rp2 juta dan uangnya kami bagi bertiga. Saya hanya mendapatkan bagian Rp200 ribu,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes didampingi Kanit Reskrim Iptu Rusli membenarkan penagkan tersangka Saparudin.

“Penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang melihat tersanga bersama NR sedang berada di Desa Talang Akar. Mendapati informasi itu, kita langsung menangkapnya, namun sayang kedua temannya berhasil kabur,” ujarnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha MIO GT, satu unit mesin bermerk CHENSAW, satu buah kunci Inggris sepanjang 25 cm, satu buah kunci L yang sudah di modifikasi menjadi kunci T sepanjang 15 cm, satu buah mata kunci T sepanjang 10 cm, satu buah kunci no 10, dua buah plat nomor polisi kendaran bermotor BG 2588 SQ dan BG 5490 LE serta dua buah tas.

“Setelah tersangka berhasil diamankan, kemudian dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka. Dan benar saja, dari rumah tersangka di Desa Sungai Dua kecamatan Sungai Keruh, rumah milik WT, berhasil diamankan sejumlah barang bukti milik tersangka,” tambahnya.

Dalam modus operandinya, tersangka sebelum melakukan aksinya pelaku menumpang di kendaraan umum dan berhenti di rumah calon korban. Setelah dinyatakan aman, barulah ketiga tersangka melancarkannya aksinya. Ada yang bertindak sebagai eksekutor dengan menggunakan kunci leter T , ada yang mengawasi serta ada juga yang membantu mendorong.

“Tersangka kita kenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Untuk kedua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polsel Talang Ubi,” tutupnya. Korankito.com/hab/depe.