Bisa Dipercaya

Duel Dengan Begal, Doni Dilarikan Kerumah Sakit

Kondisi Doni di rumah sakit saat usai menjadi korban begal, Kamis (27/7).KORANKITO/ADI

Palembang- Aksi begal di Palembang kembali terjadi, kali ini korbannya adalah pasangan suami istri, Doni Nugraha (25) dan Nurmi (28) yang dibegal orang tak dikenal, di jalan Taqwa Mata Merah, tepatnya di depan Perumahan Guru Palembang, Kamis (27/7) pukul 1.00 WIB dini hari.

Akibatnya korban mengalami luka-luka akibat senjata tajam, sehingga harus dilarikan ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan itensif dan harus kehilangan empat buah ponsel.

Berita Sejenis

Juruparkir Todong Penumpang Bentor

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

Motor Baru Ulfa Dirampas Begal

1 daripada 34

“Adk aku itu lagi pulang kerja. Saat diperjalanan itu ada yang begal. Pengendara motor warna putih susu, dua orang boncengan langsung laju motornya distopi, dipaksa memberikan kendaraannya tetapi adik saya melakukan perlawanan,” kata Devi Adelina, kakak perempuan korban.

Ia menjelaskan, sebelum dibegal kondisi adiknya itu memang kurang fit, sehingga saat hendak bekerja pun diantar oleh istrinya dengan sepeda motor pada Rabu (26/7) sore.

Begitupun usai bekerja, Doni juga minta dijemput sang istri. Namun ditengah perjalanan saat menuju rumahnya di Jalan KR Rojali, Lorong Karet, Merah Mata, Banyuasin, mereka justru menjadi korban kejahatan dengan kekerasan.

“Doni ini masuk sore dan pulang malam. Nah, saat hendak pulang inilah dihadang dua orang yang bawa senjata tajam,” ucap Devi.

Menurutnya, Doni sempat melakukan perlawanan terhadap orang yang membegalnya. Namun, pelaku yang membawa senjata tajam langsung menghujamkan senjata tajam ke arah sang adik, hingga melukai lengan kanan dan kirinya.

Bahkan jari kanan korban hampir putus dan di kepalanya juga ada tiga luka sayatan. Begitupun dengan istri korban, juga mengalami luka karena dipukul pakai helm oleh pelaku.

“Adik aku itu membela diri saat pelaku mau mengambil tasnya. Tapi pelaku pakai senjata tajam, jadi adik aku, luka-luka saat menangkis serangan pelaku,” ujarnya.

Disaat korbannya sudah tidak berdaya, pembegal berhasil mengambil tas milik Doni dan istrinya yang berisi masing-masing dua handphone, dompet dan surat identitas lainnya. Beruntung, warga yang mendengar keributan di jalan langsung berhamburan ke luar dan salah satunya melepaskan tembakan peringatan ke udara. Terkejut, kedua pelaku pun langsung kabur dan meninggalkan korban.

“Pas pelaku mau ambil motor beat warna pink milik Doni itu, ada orang ada warga yang melepaskan tembakan (disebut pensiunan polisi). Jadi pelaku sempat ambil motornya dan langsung kabur. Sementara, adik saya dibawa RS Pusri tapi ditolak dan sekarang dirawat RSMH,” ungkapnya.

Devi pun berharap agar kedua pelaku cepat tertangkap dan dihukum seberat-beratnya. Sebab, saat ini korban terbaring tak berdaya dan akan segera menjalani operasi guna penyembuha dari beberapa luka tusuk di tubuhnya. korankito.com/adi/depe.