Diduga Ada Pungli di SMPN 1 Pendopo

IST

Empatlawang- Pungutan liar atau pungli diduka kuat  terjadi di SMP Negeri 1 Pendopo, Kabupaten Empatlawang. Hal ini terkuak, saat anggota DPRD Empatlawang melaksanakan reses di sekolah tersebut. Pungutan dari pihak sekolah bervariasi, mulai dari Rp900 ribu hingga Rp2,1 juta.

Dana tersebut dipergunakan untuk kebutuhan siswa yakni bangku, baju kaos dan pagar sekolah dengan nominal Rp900 ribu. Bukan hanya itu, bagi siswa yang tidak lulus masuk SMP Negeri 1 Pendopo harus menyerahkan dana Rp2,1 juta.

“Dana Rp2,1 juta itu khusus untuk siswa yang tidak lulus. Uang itu sama untuk baju, bangku, pagar, sisanya untuk RKB (ruang kelas baru),” ujar anggota DPRD Empatlawang, Iin Hendri, Senin (24/7).

Untuk siswa yang lulus tetap membayar Rp900 ribu. Adanya pungutan tersebut jelas menyalahi aturan dan membebani para walimurid, khususnya mereka yang kurang mampu. Iin khawatir dana tersebut disalahgunakan oleh pihak sekolah.

“Apakah dana tersebut cukup untuk bangun RKB. Takutnya nanti dana sudah diberikan, bangun RKB, bukan dari dana siswa tadi, tapi dari anggaran APBD atau pusat,” cetusnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empatlawang, Agusni Effendi mengatakan, pihaknya mengetahui ada 41 siswa yang tidak lulus di SMP Negeri 1 Pendopo. Para siswa tersebut memang lebih dekat sekolah ke SMP 1, jika ke SMP 2 dan SMP 3 jauh dari rumah.

“Mereka mau ke SMP 1 tapi RKB tidak ada. Walimurid bersanggupan untuk membangun RKB. Itu inisiatif walimurid atas nama komite,” kata Agusni.

Namun pihaknya, akan berkoordinasi lagi dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Pendopo untuk membahas hal tersebut. “Nanti akan kami panggil kepsek-nya,” jelasnya.

Terpisah, Kepsek SMP Negeri 1 Pendopo, Hartawan mengaku sekolah tidak tahu menahu dengan permasalah tersebut. “Itu urusan dan kehendak walimurid atas nama komite. Sekolah tidak tahu menahu. Memang 40 siswa itu tidak lulus tes,” tukasnya.korankito.com/rodi/depe.