Satu Narapidana Teroris Dilimpahkan Ke Muba

Napi Aldian Razak alias Ajo saat dibawa masuk ke dalam LP II B Sekayu. KORANKITO/HERI

Muba- Seorang narapidana kasus terorisme yang ditangani oleh Mabes Polri akhirnya dilimpahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Sekayu untuk dilakukan penahanan.

Dia adalah Aldian Razak alias Ajo terkait kasus kelompok 16 perampokan Bank CIMB di Jalan Aksara, Medan yang menewaskan satu anggota kepolisian. Ajo telah menjalani masa tahanan 20  bulan di Lapas Mako Brimob.

Pantauan Koran Kito,  dengan pengawalan ketat anggota kepolisian dan dibantu oleh anggota Brimob bersenjata lengkap, Ajo dijemput dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Senin (24/7) sekitar pukul 07.00.

Setelah menempuh perjalan kurang lebih dua jam, Ajo tiba di LP Kelas II B Sekayu menggunakan mobil tahanan nopol V 4012-15. Digandeng anggota kepolisian, Ajo pun langsung masuk ke dalam Lapas.

Selain Ajo, dua napi teroris lainnya juga dipindahkan ke Sumsel yakni Musa Alqosam dipindahkan ke LP  II B Muaraenim dan Herly Isfranco ke LP II A Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto ketika konfirmasi membenarkan pemindahan tersebut. Menurutnya, ketiga napi yang terlibat aksi terorisme di Bekasi dan tempat lainnya sudah tiba di Sumsel.

“Ketiganya sudah dipindahkan dan sudah masuk di tiga rutan, yakni rutan Ogan Ilir, rutan Muarenim dan rutan Sekayu. Pagi tadi tibanya dan sudah diantar ke rutan tempat mereka ditahan,” katanya.

Lanjutnya, alasan dipindahkannya di Sumsel adalah sebuah pilihan agar ketiga narapidana ini disebar dan dipisahkan. Sedangkan penempatan ketiga rutan tersebut, dengan alasan rutan lainnya sudah penuh.

“Kita sudah koordinasi terkait ini. Untuk teknis penahanannya, ke Kepala Rutan dan Lapas masing-masing. Tapi tentunya mereka akan diberikan perhatian khusus. Bisa saja nantinya mereka dipisahkan dari napi yang lain,”tutupnya. korankito.com/heri/depe.