Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya Kunjungi Empatlawang

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat diwawancarai sejumlah awak media di Pendopoan Rumdin Bupati Empatlawang.

Empatlawang – Bupati Empatlawang H Syahril Hanafiah sambut kedatangan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Empatlawang, Selasa (18/7).

Di Rumdin Bupati Empatlawang, keduanya langsung mengikuti acara tatap muka bersama masyarakat, Kades, Lurah, Camat dan segenap tokoh masyarakat/agama yang ada di Kabupaten Empatlawang. Bupati Empatlawang H Syahril Hanafiah dalam sambutannya di acara Tatap Muka mengungkapkan, kunjungan Kapolda dan Pangdam ke Kabupaten Empatlawang ini sangat diharapkan, mengingat Kabupaten Empatlawang merupakan salah satu kabupaten yang tergolong masih muda di Provinsi Sumsel.

Syahril juga mengatakan, saat ini pihaknya mengapresiasi kinerja Polres Empatlawang yang mampu mengurangi angka kriminalitas dan memberikan keamanan penuh untuk masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan berkurangnya angka kriminalitas seperti aksi pembegalan dan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) lainnya di Kabupaten Empat Lawang. Namun, dirinya tidak menampik kalau ada beberapa kawasan yang masih rawan terhadap aksi kejahatan tersebut.

“Untuk itu, kami mengharapkan kepada Kapolda dan Pangdam ll Sriwijaya untuk menurunkan anggota terbaiknya, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Empat lawang,” ucap Syahril.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, demi mencegah meluasnya peredaran narkoba di kalangan masyarakat, tentunya harus ada pencegahan dan sosialisasi positif yang dilakukan aparat kepada masyarakat. Kapolda Sumsel juga mengatakan, narkoba perlu diperangi, sebab narkoba merupakan salah satu pemicu masyarakat untuk melakukan aksi kejahatan.

Seperti yang ia sampaikan, bahwa beberapa waktu lalu anggota Polda Sumsel menangkap tersangka pembegalan dengan menggunakan senjata api karena tak punya uang untuk membeli narkoba. “Narkoba harus diperangi, apapun itu. Karena, narkoba dapat memicu orang-orang untuk melakukan aksi kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan atau begal. Karena beberapa waktu lalu, polisi menangkap seorang tersangka yang berusia sekitar 19 tahun melakukan aksi begal karena ingin mendapatkan uang untuk membeli narkoba,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, ia mengharapkan masyarakat untuk berperan aktif mendukung kinerja Polri dalam memberantas peredaran narkoba. Karena narkoba merupakan salah satu hal penghambat kemajuan bangsa Indonesia dalam bersaing dengan negara lain. “Jangan sampai jadikan narkoba sebagai penghambat bangsa kita untuk bersaing dengan negara tetangga. Karena narkoba adalah salah satu pemicu dan penghancur bangsa. Dan saat ini kita harus menyatakan perang dengan narkoba,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Pangdam ll Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto menegaskan, bahwa narkoba merupakan racun yang ampuh untuk memecah suatu bangsa. Dari hal itu, ia juga mengingatkan juga kepada setiap aparatur negara agar tidak macam-macam atau berani terjun ke lingkaran hitam narkoba. Sebab, ia tidak segan-segan melakuman tindak tegas terhadap aparat yang berani terlibat dengan narkoba.

“Yang dapat meracuni bangsa adalah narkoba. Bahkan narkoba sekarang sudah tidak pandang bulu, aparat pun sekarang sudah terjerumus ke lingkaran narkoba. Contohnya anak buah saya ada sembilan orang yang akan dipecat karena terbukti menggunakan narkoba. Pemecatan ini kami lakukan karena, saya sudah berjanji kepada beliau (Kapolda Sumsel) Untuk menindak tegas anggota saya yang macam-macam dengan narkoba,” lanjutnya.

Untuk itu, Putranto mengingatkan kembali agar aparat benar-benar menjalankan tugas dengan baik. Sebab, ia mengutarakan, bagaimana masyarakat dapat lepas dari narkoba kalau aparatnya saja juga ikut terlibat dalam lingkaran narkoba.

Terpisah, salah seorang Kades yang enggan menyebutkan namanya mengaku sedikit kecewa karena dalam acara tatap muka tersebut tidak ada sesi tanya jawab kepada petinggi keamanan di Sumsel ini. “Sayang ya, acara tatap mukanya tidak memberikan ruang interaktif atau tanya jawab antara masyarakat dengan Kapolda dan Pangdam. Padahal beliau berdua ini baru pertama kalinya ke Empatlawang,” cetusnya.

Bila itu diberikan ruang, dia sangat ingin langsung menanyakan ke Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyangkut masalah keamanan di wilayah Kabupaten Empatlawang dan lain sebagainya. Namun, karena tidak diberikan ruang untuk itu, tentunya keinginannya cuma bisa ditahan dalam hati. “Ya sudahlah, kemungkinan jadwal beliau di Empatlawang sangat padat. Tak apalah, mudah-mudahan beliau dapat datang lagi kesini lain waktu,” harapnya.

Diketahui, selain Bupati Empatlawang yang menyambut kedatangan Kapolda dan Pangdam tersebut, terlihat juga Kapolres Empatlawang, AKBP Bayu Dewantoro bersama Dandim 0405/Lahat, Letkol CZI Srihartono, Ketua DPRD Empatlawang, H David Hadrianto Aljufri dan Kajari Empatlawang yang diwakilkan Kasi Pidsus Kejari Empatlawang, Alexander Rudy serta Kepala BNN Empatlawang, AKBP H Amancik Marzuki. (korankito.com/rodi/ejak)