Sepekan, Polda Sumsel Amankan Sabu Senilai Rp200 Juta

Empat tersangka saat digiring dua petugas kepolisian Polda Sumsel. KORANKITO/ADI

Palembang- Sebanyak lima orang tersangka atas dua perkara penyalahgunaan narkoba jenis sabu, berhasil diamankan Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, dalam kurun waktu sepekan. Total barang bukti sabu yang disita yakni 231,67 gram seharga Rp200 juta.

Ke lima tersangka tersebut yakni, Hendra Natali alias Ucok (46), warga Perum Kencana Damai, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako. Wamalana alias Lana (49), warga Jalan Sido Ing Lautan, Lorong Kedukan Bukit I, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan IB II Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 19

Sedangkan tiga tersangka lainnya, meruapakan warga Kelurahan Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir yakni Patra Sandi alias Sandi (24), Suprianto alia Yanto (38) dan, Rhamadonna (31).

Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, ke lima tersangka ini diamankan dalam kurun waktu sepekan lalu. Penangkapan tersangka Hendra berawal dari laporan masyrakat bahwa sering terjadinya transaksi di wilayah tersebut.

Polisi pun menyelidiki dan akhirnya mengungkap Hendra sebagai pengedar sabu. “Tim kita pun menyamar dan berpura-pura membeli kepada tersangka. Saat tersangka mengeluarkan barang bukinya, langsung kami ringkus,” ujarnya saat gelar perkara, Kamis (8/6).

Dari tangan tersangka disita satu paket besar narkotika jenis sabu seberat 103,16 gram seharga Rp96 juta. Yoga menduga tersebut berasal dari Aceh, dikirim lewat jalur darat dan akan diperjualbelikan di Palembang.

“Tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang berinisial RD, yang masih kami selidiki keberadaannya,” jelas Yoga.

Sementara satu dari lima tersangka tersebut yakni, Hendra diringkus di kawasan Perum Kenten Indah Blok C, RT21/3, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Senin (5/6) sekitar pukul 12.00.

“Barang Hendra  ini didapatnya dari Palembang, ditangkap anggota kami sedang bertransaksi dengan petugas yang meyamar akan membeli barang haram tersebut,” ujarnya.

Sementara dari empat orang tersangka lainnya terlibat dalam peredaran tiga paket sabu berukuran sedang seberat 138,51 gram yang juga berasal dari Aceh.

Keempatnya ditangkap di pelataran parkir Hotel Quin Centro, Kamis (1/6) sekitar pukul 18.30 saat melakukan transaksi dengan salah satu polisi yang sedang melakukan penyamaran.

“Saya tidak tahu kalau dia polisi. Pas ketemuan kami langsung digrebek dan digeledah,” ujar tersangka Rhamadonna.

Tersangka mengaku telah mengedarkan sabu lebih dari empat kali sejak memulainya pada tiga bulan lalu.

“Saya bekerja bersama teman saya sedusun dan dapat barangnya dari Lana,” ungkapnya.

Sementara itu tersangka Lana mengaku dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari seorang buronan residivis asal Aceh.

“Terakhir kali berhubungan lewat ponsel dengan si Aceh 10 hari sebelum tertangkap. Sekarang tidak tahu lagi kabarnya,” ujarnya.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dan diancam dengan penjara maksimal 20 tahun.korankito.com/adi/depe

 

AN