Warga Banyuasin Keluhkan Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan Cangkring 

Situasi proses pengerjaan proyek peningkatan jalan Cangkring

Banyuasin – Warga Banyuasin khususnya di seputaran jalan Cangkring mengeluhkan pengerjaan proyek peningkatan jalan yang mereka nilai pengerjaannya asal keruk dan merusak fasilitas umum.

Berita Sejenis
1 daripada 4.095
Proyek senilai lebih dsri Rp2,7 miliar tersebut yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Banyuasin 2017 yang dikerjakan oleh PT SAS dengan masa pengerjaan selama 250 hari itu seharusnya disertai pembuatan parit. Namun fakta yang terlihat di lapangan, justru parit yang sudah malah dirusak.
“Yang bikin kami resah kami sebagai warga dari pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh PT SAS ini masalah parit saluran air atau draenase yang sudah ada justruk dirusak. Dikwatirkan jika nanti datang hujan, pasti airnya menggenang dan masuk ke areal pekarangan bahkan ada masuk ke dalam rumah,” ungkap salah satu warga jalan Cangkring Banyuasin Bolip (39), Kamis (8/6).
Menurut Bolip, selain parit yang dirusak, pipa saluran air PDAM pun rusak sebagian sehingga berdampak bagi kualitas air yang mengalir di rumah warga. “Rusaknya saluran pipa PDAM ini dampaknya air bersoh tak mengalir lagi,” akunya.
Sementara itu, Ketua RT 19 Kedodong Raye Kecamatan Kedondong Raye Banyuasin III Edy Herman saat ditemui dikediaman membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakannya, sejak pelaksanaan proyek peningkatan jalan ini banyak fasilitas umum lainnya yang sudah ada dirusak.
“Kami juga sudah berusaha meminta kepada pengawas proyek agar fasilitas yang sudah ada saat pelaksanaannya dikembalikan seperti semula, namun nyatanya tidak digubrisnya,” katanya.
Terpisah, Pekerja kontraktor PT SAS yang ada di lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya tidak dapat berkomentar apa-apa karena ia hanya pegawai biasa. “Saya hanya pekerja, kalau mau bertemu pimpinan proyek ini waktunya pagi saja,” cetusnya. (waluyo/ejak)

 

AN