Ratusan Calon Siswa SMKN 2 Palembang Ikuti Tes Fisik

salah satu calon siswa SMKN 2 Palembang tengah diperiksa tindikkan di telinganya. foto.ejak

Palembang – Ratusan calon siswa baru sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 2 Palembang jalani tes fisik dan bagi yang bertato atau bertindik, maka akan segera didiskualifikasi.

Dari pantauan Koran Kito di lapangan, ratusan siswa yang berasal dari sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) baik negeri maupun swasta di Kota Palembang mengikuti seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan tes fisik meliputi tes kebugaran jasmani, buta warna, berat dan tinggi badan atau postur tubuh, cara berjalan, dicek bertato dan bertindik atau tidak. Kemudian tes baca Al-Qur’an dan wawancara bahasa Inggris di aula SMKN 2 Palembang yang terletak di jalan Demang Lebar Daun, Kamis (8/6).

Berita Sejenis
1 daripada 4.085

Plt Kepala SMKN 2 Palembang Zulkarnain mengatakan, pihaknya memang sudah lama melakukan tes fisik kepada calon siswanya, terutama yang bebas tato, tindikan dan buta warna. Karena ia menilai, hal ini dapat merugikan siswa tersebut, khususnya yang buta warna. “Kalau ada yang bertato, bertindik dan buta warna akan segera didiskualifikasi. Ini bukan diskriminasi, melainkan menjaga agar tidak merugikan mereka sendiri kalau saat preaktik tidak bisa membedakan warna kabel maupun lain sebagainya,” tegasnya di ruang kerjanya.

Zulkarnain mengatakan, untuk saat ini pihaknya menerima kuota sebanyak 1080 siswa baru untuk tujuh program keahlian seperti teknik otomotif, teknik tenaga kelistrikan, teknik elektronika, teknik permesinan, teknik komputer dan informatika serta teknik geometika yang nantinya saat di kelas XI baru dipecah paket keahliannya masing-masing. “Tahun ini tidak memakai nilai rapot, hanya nilai dari ujian sekolah berbasis nasional (USBN) dan ujian nasional (UN) saja. untuk cek fisiknya kalau tidak memenuhi syarat akan langsung dinyatakan tidak lulus seperti yang saya jelaskan tadi diawal,” ungkapnya.

Ia menguraikan, pada tanggal 6-13 Juni dijadwalkan untuk pendaftaran siswa baru yang bisa diakses melalui online di website sekolah dan offline atau langsung datang ke sekolah, kemudian akan langsung diverifikasi, validasi dan finalisasi. Kemudian pada 14-22 Juni dijadwalkan untuk pengelolaan berkas dan pada 3 Juli akan diadakan tes potensi akademik (TPA) dan tes peminatan bakat.

Lanjut lagi pada 4-5 Juli dengan pengelolaan hasil tes peminatan dan bakat. Terus pada 6 Juli pengesahan nama peserta didik baru lalu pada 7 Juli pengumuman hasil tes. Dan terakhir pada 8-11 Juli para siswa yang dinyatakan lulus melaksanakan daftar ulang. “Bagi yang tidak mendaftar ulang oada waktu yang ditentukan maka akan dinyatakan gugur juga,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) Erlina menambahkan, mengenai calon siswa yang bertato maupun bertindik itu tidak ada larangan khusus dari pihaknya karena semua urusan penerimaan siswa baru merupakan otoritas sekolah. “Kami sifatnya hanya menganjurkan, tetapi biasanya sekolah juga punya standarnya masing-masing. Sedangkan untuk tes narkoba memang belum ada di sekolah-sekolah karena menyangkut biaya. Jadi paling tidak mereka hanya membawa surat keterangan bebas narkoba dari dokter saja,” pungkasnya.(ejak)

AN