Masya Allah!! Napi Merah Mata Simpan Sabu di Masjid Dan Al-Quran

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel, Sudirman D Hury kepada wartawan, Rabu (7/6). KORANKITO/ADI

Palembang–Berdasarkan surat edaran dirjen 9 April 2016 tentang peningkatan pencegahan barang-barang terlarang di lingkunganlembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) sehingga satuan tugas (Satgas) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) bersama 20 petugas dari Kemenkum HAM RI, bersama petugas Lapas bersama-sama melakukan menggeledah Lapas Merah Mata Palembang, dan hasilnya mendapati beberapa jenis narkoba yang disimpan didalam masjid dan di pot-pot bungan serta selokan yang lorong blok khususnya narkoba.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel Sudirman D Hury mengatakan, pihaknya Selasa (6/6) malam dari pukul 21.00 WIB sampai 03.00 WIB melakukan penggeledahan secara mendadak di setiap blok, khusus tahanan narkoba.

“Hasilnya kami mendapati beberapa ponsel serta macam narkoba yakni, paket besar sabu 120 gram, paket kecil sabu 14 gram, ganja, ineks merah empat butir dan ineks warna biru 40 butir,” katanya, saat dimintai keterangan di kantor wilayah Kemenkum HaM Palembang, Rabu (7/6).

Dari hasil penemuan tersebut, ironisnya barang haram tersebut ditemukan satgas bukan didalam sel melainkan dilingkungan masjid dalam lapas, dan di pot-pot bungan serta selokan yang lorong blok khususnya narkoba.

“Kami meyisir titik yang disinyalir ada tempat peyimpanan salah satunya di sel. Tetapi kami periksa dalam sel tak ada satu pun narkoba melainkan puluhan ponsel saja.Kami tidak meyerah begitu saja kami langsung meyisir masjid. Kami sangat terkejut sekali saat kami periksa perpustakaan masjid ditemukan sabu. Lebih mirisnya lagi sabu tersebut diselipkan di dalam Alquran,” ujarnya.

Sudirman juga menceritakan, selain meyisir masjid akhirnya pihaknya kembali meyisir di blok-blok dan lorong. Dan hasilnya pihaknya pun menemukan beberapa paket ganja yang di simpan di pot-pot blok serta di selokan yang ada di setiap blok.

“Atas temuan itu, kami menyerahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sudah kami serahkan semuanya ke Polda Sumsel. Kita tunggu hasil penyelidikannya,” tegasnya.

Dari hasil pengembangan sementara, dari penemuan tersebut pihaknya mengamankan lima napi, dua diantaranya napi yang bertugas mengurus masjid. Mereka adalah Andrean Saputra, M Harun, Ishak Suhadi, Rahmat Syakban, dan Fadol.

“Empat napi narkoba satu napi Tipikor, dua napi diantaranya adalah tamping yang mengurus masjid. Dari sana kita ketahui siapa yang terlibat,” pungkasnya. korankito.com/Adi/Depe