Tanpa Izin Dinsos, Penggalangan Dana Dianggap Ilegal

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang K. Saddarudin. KORANKITO/RAYA

Palembang- Maraknya penggalangan dana yang dilakukan masyarakat terutama saat bulan Ramadhan dibeberapa kawasan seperti persimpangan lampu merah di Kota Palembang. Membuat sebagian masyarakat mempertanyakan ke legalan kegiatan tersebut.

Dalam hal ini Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, K. Saddarudin menegaskan, kegiatan seperti itu harus mengantongi izin dari Dinsos.

“Boleh saja melakukan pengalangan dana, tapi harus izin. Untuk proses perizinan terlebih dahulu mengajukan surat ke Dinsos daerah tersebut, kalau di Palembang dengan Dinsos Palembang. Sebab, kalau sudah ada izin, dapat kita fasilitasi, bahkan mungkin kita pasang tenda di sana. Seperti, saat ini yang ada di Simpang Lima DPRD Sumsel,” katanya, Selasa, (6/6) siang

Adapun dalam menjalankan kegiatan tersebut, sambungnya, ada standar operasional prosedurnya, bencana alam, tidak boleh disembarang tempat, dan biasanya kami sarankan pakai kardus saja, dikarenakan relatif lebih aman dan ringan.

Ia pun memastikan penarikan dana sosial dari rumah ke rumah atau door to door itu adalah illegal.

“Panti asuhan, atau organisasi kemasyarakatan yang melakukan pemungutan dana sosial ke masyarakat harus izin terlebih dahulu dangan kita,” imbuhnya.

Saddarudin menerangkan, perizinan ini harus dimiliki sebab tidak gampang melakukan penggalangan dana sosial atau dana kemanusiaan tersebut, jadi harus ada kerjasama dari semua pihak. Selain itu, surat perizinan tersebut berbatas waktu.

“Untuk yang di Simpang Lima DPRD Sumsel besok berakhirnya. Selama ini yang terjadi, banyak juga yang membawa surat izin, tapi sudah habis masa berlakunya. Mereka pakai surat izin lama, harusnya mereka izin lagi,” terang dia.

Selain itu, tambahnya, Adapun pemberlakuan prosedur perizinan ini, dimaksudkan agar dana yang terkumpul tersebut benar-benar dapat dipertangungjawabkan secara jelas, dan disalurkan kepada yang berhak, bukan untuk kepentingan pribadi. “Kalau yang keliling-keliling itu kita tidak tahu kemana uangnya yang terkumpul,” pungkasnya. korankito.com/Raya/Depe

 

AN