Bisa Dipercaya

Simpan Shabu 2,13 Gram, Rahmad Diciduk Polisi

BANDAR SHABU: Rahmad Wahyudi (baju orange) terduga bandar narkoba tengah diperiksa Kapolsek Kertapati AKP Delli Haris , Selasa (6/6). Foto/Depe.

Palembang – Rahmad Wahyudi (24) terduga bandar narkoba jenis shabu ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kertapati Palembang, Selasa (6/6) sekitar pukul 02.00.

Tersangka dicokok saat terlelap tidur dirumahnya yang berada di Jalan Pintu Besi, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Selain Rahmad, polisi juga mengamankan enam paket kecil narkoba jenis shabu dengan berat keseluruhan 2,13 gram yang disimpan pelaku di dalam kaos kaki bayi di dalam kamar rumahnya.

Kapolsek Kertapati AKP Delli Haris mengatakan, tertangkapnya pelaku berawal saat pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang sudah sangat resah dengan bisnis haram yang dijalani tersangka.

Menindaklanjuti informasi itu, sambung Delli, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, berhasil menangkap pelaku berinisial RW saat berada di kediamannya.

“Awalnya kita sempat terkecoh, karena dirumahnya tidak menemukan barang bukti. Kita lakukan pencarian lagi dan akhirnya ditemukan enam paket shabu dalam kaos kaki bayi,” ucapnya, Selasa (6/6).

Dalam gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Kertapati, Delli menambahkan tersangka memang kerap kali mengedarkan barang haram tersebut di sekitaran rumahnya. “Pengakuan dia, pembelinya ya warga sekitar rumahnya itu dari kalangan atas. Tersangka akan kita jerat Pasal 114 dan Pasal 112 UU Narkotika No 35 Tahun 2009 dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” tambahnya.

Sementara itu, Rahmad mengaku terpaksa menjual narkoba dikarenakan tidak ada pekerjaan lain untuk menyambung hidup anak dan istrinya. “Baru satu bulan, keuntungannya lumayan untuk kebutuhan hidup,” katanya.

Sambungnya, dalam satu hari dirinya mampu meraup untung sebesar Rp 100 ribu dari barang haram yang laku terjual.

“Sepaket, saya jual Rp 100 ribu dan saya untung biasanya per paket Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Kalau banyak yang beli sehari bisa dapat untung sampai Rp 100 ribu,” tambahnya.

Selain menjual, Rahmad juga memakai barang haram tersebut sudah sejak satu tahun belakangan ini. “Saya dapat barang itu dari teman pak, jadi saya coba jual juga karena tergiur keuntungannya,” tutupnya. korankito.com/depe/syym.