Pengamanan di Lapas Over Kapasitas Diperkuat

Suasana konsultasi teknis pemasyarakatan “Penguatan Pengamanan di Lapas/Rutan” yang akan di gelar dari tanggal 5-7 Mei 2017 bertempat di Hotel Swarnadwipa, Selasa (6/6). KORANKITO/ADI

Palembang – Adanya penambahan jumlah narapidana harus diiringi dengan optimalisasi keamanan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan). Dimana penguatan sistem keamanan harus ditingkatkan guna menimimalisir gangguan di dalam Lapas maupun Rutan.

Terkait dengan hal tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan menggelar konsultasi teknis pemasyarakata Penguatan Pengamanan di Lapas/Rutan. Kegiatan yang digelar 5-7 Mei ini diikuti Kesatuan Pengamanan dan Seksi kamtib Lapas dan Rutan se-Sumsel.

Berita Sejenis
1 daripada 4.103

“Hampir seluruh Lapas/Rutan di Sumsel Selain over kapasitas, juga tidak sebanding dengan jumlah petugas yang ada. Jadi,  saya ingatkan kepada saudara untuk bekerja lebih bertanggung jawab, memiliki integritas yang tinggi dan profesional,” kata, Kasubdit Pencegahan Direktorat Kamtip Dirjen Pemasyarakatan FA Widyo, saat menjadi narasumber konsultasi teknis pemasyarakatan “Penguatan Pengamanan di Lapas/Rutan”, Selasa (6/6).

Ia mengimbau para petugas Lapas/Rutan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dengan berkaca pada kejadian kasus kaburnya napi beberapa waktu lalu. Apalagi saat ini bulan Ramadan agar melakukan kontrol lebih intensif lagi.

“Saya harap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengerti, sehingga dapat mengaplikasikan pada tempat kerja saudara masing-masing untuk meminimalisir terjadinya gangguan keamanaan dan ketertiban di Lapas/Rutan,” bebernya.

Selain itu juga melalui kegiatan ini, petugas lapas dapat bekerja sesuai SOP. Meskipun menurut Widyo, SOP yang dijalankan tidak memadai pada Lapas/Rutan yang over kapasitas.

“Dengan keadaan over kapasitas, akan memicu banyak masalah seperti diskriminasi antar warga binaan itu sendiri. Hal ini tidak boleh terjadi, hak mereka itu harus disamakan semua tidak boleh pilih-pilih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Keamanan Kalapas Tanjung Raja M Faikar mengatakan, saat ini warga binaan yang ada di tempatnya sebanyak 768 orang napi, dengan jumlah pegawai sebanyak 56 orang.

Hal ini menunjukkan selain  over kapasitas juga kurangnya SDM serta sarana dan prasarana yang masih banyak menggunakan sistem manual.

“Dengan over kapasitas ini kami bersama petugas lainnya berharap tidak terjadi hal yang tak diinginkan, jadi kami melakukan pendekatan secara persuasif agar satu sama lain saling menerima,” pungkasnya. (korankito.com/adi/depe).

 

AN