Modalkan Rp200 Ribu, Ripai Oplos Ekstasi

Kanit Reskrim Iptu Marwan saat melakukan gekar perkara pembuat pil ekstasi oplosan di Mapolsek Sukarame, Selasa (6/6). KORANKITO/ADI

 

Palembang – Tergiur dengan keuntungan jutaan rupiah, Ahmad Ripai (40) warga Jalan Letnan Murod, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar ini nekat meracik pil ekstasi oplosan dengan modal cuma Rp200 ribu.

Di hadapan petugas Ripai mengatakan, awalnya dirinya bekerja di kafe remang-remang tidak memuaskan pendapatannya, maka dirinya nekat meracik pil ekstasi berbahankan campuran narkotika jenis shabu.

Berita Sejenis

Ribuan Ekstasi Gagal Beredar di Palembang

BNN Sumsel Amankan 7 Kilogram Sabu

1 daripada 69

“Saya terinspirasi dari kawannya seorang pengedar ineks pada masa saya bekerja di kafe yang mampu meracik sendiri pil haram tersebut,” katanya, pada gelar perkara, Selasa (6/6).

Ia mengaku, baru pertama kali ini meracik pil ekstasi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat ekstasi dibeli dengan harga Rp200 ribu termasuk shabu. Rencananya, hasil racikannya sendiri tersebut dijual seharga Rp280 ribu per butir.

“Tapi belum sempat mengedarkan, sudah keburu ditangkap,” katanya.

Kapolsek Sukarame Kompol Khalid Zulkarnain melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan mengatakan, petugas mencurigai gerak-gerik korban saat sedang melakukan patroli rutin.

“Saat digeledah, petugas menemukan 10 butir tablet yang dicurigai sebagai ekstasi di kantong plastik, lalu kami pun membawa tersangka ke polsek. Sementara tablet tersebut dibawa ke laboratorium Polda Sumsel untuk dicek kandungannya,” katanya.

Hasil laboratorium Polda Sumsel pun menemukan kandungan metamfetamine (sabu) di tablet tersebut. ‘’Saat ditanyakan kepada tersangka, dia mengaku kalau meracik barang itu sendiri dan akan diedarkan sendiri,” ujarnya.

Tersangka diancam dengan pasal 113 ayat (1) dan pasal 114 nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam dengan penjara 20 tahun. korankito.com/adi/syym.

AN