Gaji Guru Honor SMA/K Di Sumsel Masih Abu-Abu

Palembang – KORKIT

Pembayaran 576 guru dan tenaga kependidikan honor daerah masih belum jelas. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan formula untuk pencairan gaji mereka yang tersendat selama lima bulan.

Pada minggu keempat bulan Mei lalu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo menjanjikan gaji para guru tersebut akan cair pada Akhir Mei. Namun, hingga saat ini, Selasa (6/6) masih belum terealisasi.

Menurut Widodo, belum dibayarkan gaji 576 guru honor saat ini dikarenakan belum adanya formula yang bisa mengimbangi Peraturan Presiden (PP) 48/2005 tentang pengangkatan atau pemberian surat keputusan (SK) guru honor daerah.“Kalo para pihak tertentu berani mencabut PP 48/2005, besok sudah bisa dibayarkan,” tegasnya, Selasa (6/6).

Nantinya, lanjut Widodo, pihaknya menargetkan sebelum lebaran gaji mereka akan dibayarkan. Pembayarannya nanti melalui sekolah, dimana pihaknya akan mentransfer gaji tersebut ke rekening sekolah tempat guru tersebut mengajar. “Pihak sekolah akan menerbitkan surat perjanjian kerja (SPK) kepada guru tersebut yang disetujui dirinya untuk membayarkan mereka sebelum lebaran,” paparnya.

Selain itu, ia menegaskan, tidak mungkin dirinya membayarkan gaji guru tersebut tanpa landasan hukum yang jelas. Sebab yang digunakan ini adalah uang negara, yang harus jelas  penggunaannya. “Tidak mungkin saya membayarkannya tanpa adanya payung, karena salah-salah bisa berakhir di penjara,” akunya.

Mengenai dananya, diakui Widodo, sudah dianggarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Sumsel senilai Rp15 miliar. “Nanti, kalau SPK sudah terbit akan kita bayarkan dari Januari hingga sekarang,” pungkasnya.(ejak)