Dinkes OKI Gelar Sidak Makanan Di Pasar Kalangan

 

 

 

Sidak pasar kalangan yang dilakukan Dinkes OKI dan aparat kepolisian. foto/Endri

 

OKI – Memasuki hari ke 11 Ramadan 1438 Hijriah Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar untuk mengecek kandungan pangannya.

Dari pantauan Koran Kito di lapangan, Dinkes OKI melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Pampangan dan pihak kepolisian setempat terus melakukan pengecekan kualitas makanan di pasar-pasar, baik pasar induk maupun pasar kalangan yang hanya berjualan satu kali dalam satu pekan.

Pimpinan Puskesmas Pampangan Kartubi mengatakan, pihaknya beserta jajaran Dinkes OKI dan aparat Polsek tengah gencar-gencarnya melakukan pengecekkan kandungan sejumlah pangan yang beredar atau diperjual-belikan oleh para pedagang yang disinyalir mengandung zat berbahaya bagi tubuh manusia.

“Biasanya yang sering makanan yang sering dicampur zat berbahaya itu diantaranya tahu, mie basah, cincau serta makanan takjil lainnya,” ungkapnya disela sidak makanan di pasar-pasar, Selasa (6/6).

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI HM Lubis, sidak yang dilakukan oleh pihaknya tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan pangan yang beredar disejumlah pasar di wilayah Kabupaten OKI.

“Tidak hanya pasar yang ada di Kota Kayuagung, tetapi juga di pasar – pasar lain. Baik itu pasar induk maupun pasar kalangan. Kita cek beberapa pangan diantaranya tahu, mie basah, takjil dan lainnya yang dikhawatirkan rentan mengandung zat adiktif seperti borak ataupun formalin. Karena zat ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat jika dikonsumsi,” tandasnya. (endri/ejak)