Tak Tahan Dengan Penyakit Yang Dialaminya, Joni Pilih Gantung Diri

Anggota kepolisian saat mengevakuasi jenazah Joni yang ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya. KORANKITO/ADI

Palembang- Warga Jalan Mayor Zen, Lorong Masjid Rt 05 Rw 01 No 37, Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Minggu (4/6) dikagetkan dengan kabar meninggalnya Joni Iskandar (65) dengan cara bunuh diri.

Joni, diduga nekat mengakhiri hidupnya menggunakan kain seprey yang diikatkan langsung ke kayu atap kamarnya dikarenakan tidak ingin merepotkan anaknya untuk mengobati sakit hernia yang dideritanya.

Salah satu anak kandung korban Iwan (38) mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah yang begitu berarti. Terakhir sang ayah menderita sakit disekitaran bawah perut, kemudian sang ayah diajak ke rumah sakit, hasil dari rumah sakit itu dinyatakan dokter menderita penyakit hernia.

“Bapak kemarin Jumat (2/6), menelpon menanyakan jadi ya hari Senin (5/6) kita operasi. Lalu saya menjawab, jadi lah pak. Mungkin dia kepikiran dioperasi itu lah nekat,” katanya, dihadapan petugas Polsek Kalidoni yang olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Kalidoni AKP Yulia Farida melalui Unit Reskrim Polsek Kalidoni Iptu Herman mengatakan, korban pertama kali diketahui tak bernyawa sekitar pukul 13 00 oleh istrinya Fatimah (45).

Dari keterangan saksi, lanjut Faridah, saya ia pulang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ia tidak dapat masuk kedalam rumah, dikarenaka semua pinta dalam keadaan terkunci dari dalam. Akan tetapi, ia mendengar suara volume televisi yang cukup keras.

Merasa curiga, lantas Fatimah pun mengintip dari lubang kecil depan pintu rumahnya. Betapa kagetnya, ia melihat suaminya sudah terbujur kaku tergantung di kamar.

“Saksi mendobrak pintu sendiri terlihat suaminya tergantung, akhirnya saksi menjerit minta tolong datanglah mertuanya serta tetangga kanan kiri rumah korban,” katanya.

Kendati pihak keluarga tidak ingin di visum, pihaknya sudah menyelidiki soal dugaan bunuh diri tersebut.

“Sementara dari keluarga tidak mengizinkan untuk autopsi, tapi kami tetap lakukan identifikasi. Tetap kami identifikasi, dan hasilnya tidak ada luka yang mengarah pada hal-hal lain,” pungkasnya. korankito.com/Adi/Depe