Bisa Dipercaya

SMP IGS Dua Kali Raih Predikat Nilai UN Tertinggi di Sumsel

UN TERTINGGI : Kepala SMP IGS Palembang Afrildawati (kedua dari kiri) didamping tiga siswa terbaik yang meraih nilai tertinggi UN 2017 se Sumsel. Foto/Ejak.

Palembang – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ignatius Global School (IGS) Palembang dua kali mendapat predikat dengan nilai tertinggi pada ujian nasional (UN) 2017 se-Sumatera Selatan (Sumsel).

Setelah meluluskan tiga angkatan alumni, sejak 2016 lalu SMP IGS menduduki predikat sekolah dengan nilai tertinggi untuk UN 2017.

Predikat itu berhasil diraih SMP IGS Palembang karena tiga siswanya meraih nilai tertinggi dalam UN 2017. Peraih nilai tertinggi pertama yakni Larissa Kwee dengan nilai Bahasa Indonesia 98,00, Bahasa Inggris 86,00, Matematika 100, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 97,50 dengan total nilainya 381,50. peringkat kedua yaitu Timotius Jason dengan nilai ujian pada Bahasa Indonesia 96,00, Bahasa Inggris 86,00, Matematika 100, IPA 95,00 dengan total nilai 377,00. Kemudian peringkat letiga yaitu Wesley Susanto dengan nilai ujian Bahasa Indonesia 90,00, Bahasa Inggris 86,00, Matematika 100 dan IPA juga 100 dengan total nilai 376,00.

Kepala SMP IGS Palembang Afrildawati mengatakan, ini tahun kedua sekolahnya meraih predikat sekolah dengan nilai tertinggi UN 2017 jenjang SMP se-Sumsel. “Ya Alhamdulillah, kita berhasil mempertahankan predikat sekolah dengan nilai tertinggi untuk UN 2017 ini,” tuturnya saat dibincangi awak media, Ahad (4/6).

Dijelaskannya, dalam meraih prestasi ini pihaknya mengutamakan pendampingan dalam pembelajaran siswanya, dimana pihaknya mengelompokkan anak yang kurang mampu ditiap mata pelajarannya untuk dapat penambahan. “Kita bagi tiga kelompok, yaitu kelompok bawah dengan pendampingan setiap hari, kelompok menengah tiga kali seminggu dan kelompok atas diperbanyaknya try out-nya (TO),” tukasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pembina Yayasan IGS Palembang Ko Jhoni, dalam sistem pembelajaran di sekolahnya dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) ada pelajaran tambahan yang dipecah lagi sesuai kelasnya dan dimata pelajaran apa yang mereka mengalami kesulitan setelah pulang sekolah. “Kita jalankan enam bulan sebelum ujian dan sebulan sebelum ujian diintensifkan TO. Nilai tertinggi di TO akan mendapatkan reward ice cream gratis dari kantin sekolah,” cetusnya.

Selain itu, Ko Jhony menambahkan, di sekolahnya itu sangat menentang aksi menyontek. “Sanksi menyontek itu tegas, bahkan langsung dirobek jawabannya. Untuk tahun ajaran baru nanti akan kita buat perjanjian kalau ketahuan menyontek akan menerima sanksi dikeluarkan,” pungkasnya. korankito.com/ejak/syym.