Rehab Museum SMB II, Butuh Rp6,5 Miliar

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Tegoeh. Foto/Raya.

Palembang – Dibutuhkan Rp6,5 miliar untuk memperbaiki Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II yang telah diusulkan Dinas Kebudayaan Kota Palembang ke Direktorat Jenderal Kebudayan RI di Jakarta.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Tegoeh anggaran perbaikan tersebut tengah diupayakan. ‘’Beberapa waktu lalu sudah diusulkan ke Dirjen Kebudayaan, saat ini tengah dalam proses. Kita tunggu saja nanti prosesnya,’’ ungkap Sudirman, saat diwawancarai Ahad (4/6).

Sudirman mengungkapkan, untuk kondisi sekarang ini rencana perbaikan museum SMB II tentu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini karena usulan dana yang diajukan pihaknya tersebut kemungkinan besar akan disetujui di ABT atau anggaran 2018. ‘’Kemungkinan anggarannya kan untuk 2018 nanti, jadi tentu saja perbaikan ini tidak bisa kita lakukan dalam waktu dekat, karena anggarannya memang belum jelas,” tukasnya.

Namun, lanjutnya, kendati demikian Pemkot Palembang tetap optimistis jika perbaikan museum ini bisa dilakukan sebelum Asian Games 2018. Seperti diketahui, museum ini merupakan salah satu icon Palembang yang tentu saja akan menjadi sorotan media, terlebih lagi banyak media yang akan datang pada even internasional Asian Games nanti. “Tentu saja kita tetap upayakan dana alternatif lainnya, saat ini terus kita lakukan mencari sumber dananya, misal meminta dana bantuan dari pihak ketiga. Jadi bagi perusahaan-perusahaan atau BUMD yang ingin mendanai perbaikan ini, Silahkan saja. Museum ini kan milik Palembang, tentu saja kita harus memberikan tampilan terbaik pada even itu nanti, jangan sampai ada kesan buruk,’’ pungkas Sudirman.

Sementara itu, salah satu warga yang berkunjung ke Museum SMB II Cici (28) mengatakan, ia khawatir melihat kondisi museum saat ini. Dimana ada beberapa plafon atap museum yang terlihat jebol, dinding bagian belakang museum yang kotor dan bau. “Kita khawatir melihatnya, semoga saja Pemkot segera memperbaiki keadaan museum ini. Karena sayang kan, ini aset loh, kalo tetap dibiarkan seperti ini jadi kesannya tidak terawat gitu,” katanya. korankito.com/raya/syym.