Bisa Dipercaya

Dua Pengoplos Daging Sapi Dengan Daging Babi Diringkus Polisi

 

Kedua tersangka saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolres Lubuklinggau. KORKIT/DHIA

LUBUKLINGGAU- Tim Pidana Khusus (Pidsus) Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Lubuklinggau berhasil menangkap dua orang tersangka diduga penjual daging sapi yang dioplos dengan daging babi.

Mereka adalah Kodri (49) warga Perum Nikan Jaya, Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 bersama Amri (39) warga Jalan Patimura, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Keduanya ditangkap ketika menggelar dagangannya di Pasar Inpres, Kota Lubuklinggau, sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (3/6).

Bersama tersangka diamankan barang bukti, satu buah karung berisi 49 kg daging babi, satu unit motor Scopy hitam Nopol BG 2516 HP, satu unit ponsel, satu box warna merah, satu timbangan, daging babi seberat 4,2 kg yang belum laku dijual, tiga bilah pisau, satu buah kapak, satu buah besi bulat berujung lancip, satu batu asahan dan 15 buah besi gantungan babi.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin mengungkapkan, penangkapan itu ‎bermula informasi warga terkait adanya oknum pedagang yang diduga mengoplos daging sapi dengan daging babi di lokasi penangkapan.

Setelah dilakukan pengintaian selama tiga hari, lanjut Kapolres, anggotanya membuntuti tersangka Kodri yang ketika itu mengendarai sepeda motor Honda Scopy hitam membawa karung diduga berisi daging babi dari tersangka TR (DPO).

Setiba disalah satu kios mikiknya di Pasar Inpres, Kodri langsung menjatuhkan karung tersebut. Tidak berapa lama kemudian, tersangka Amri yang merupakan keponakan Kodri langsung mengambil karung itu dan mencampur daging babi dan daging sapi.

“Petugas langsung menangkap kedua tersangka bersama barang bukti daging babi dan peralatan jualan mereka. Menurut pengakuan mereka sudah sekitar 6 tahun jualan daging, tapi sekitar 6 bulan jualan daging sapi dioplos daging babi. Kita tidak percaya begitu saja, jadi terus akan kita dalami,” ujarnya.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, ‎tersangka Kodri memesan daging babi dengan temannya TR seharga Rp 20 ribu per kilogram. Rata-rata daging yang dipesan sebanyak 40-100 kg perhari, tergantung stok daging babi yang ada. Kemudian Kodri membawa daging babi tersebut untuk dijual dikios miliknya di Pasar Inpres. Namun yang menunggu dikios untuk menjual daging babi tersebut ialah keponakannya Amri.

“Harga jual daging oplosan sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram, dibawah harga pasar daging sapi yang biasa dijual Rp 120 ribu perkilogram. Pelaku Amri mendapat upah Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu perkilogram, sedangkan Kodri mendapatkan keuntungan sekitar 900 ribu perhari,” bebernya.

Sementara itu, tersangka Kodri yang merupakan residivis kasus narkoba ini mengakui perbuatannya. Dia bertugas mengambil pesanan daging babi dari tersangka TR. Sedangkan yang menjualnya ialah Amri.

“Kami jual sama langganan saja. Kalau dijual sekitar Rp. 60 ribu sampai Rp. 70 ribu perkg, harganya memang lebih murah dari daging lainnya (sapi). Kami mencampur daging sapi dan daging babi dioplosnya dengan perbandingan 50:50,” pungkasnya. Korankito.com/Dhia/Depe