Giatkan Program Satu Rumah Satu Jumantik

Metode cara penggunaan aplikasi Pokentik. foto/ist.

Palembang – Balai Teknik  Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BTKLPP) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah gencar menggiatkan program satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program Presiden RI ini dilakukan sebagai pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang.

Kasi Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan Kementrian Keseatan RI‎ Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anisyah mengungkapkan, pelaksanaan program ini berbarengan dengan sosialisasi aplikasi pendataan bernama Pokentik yang telah dilaunching 31 Maret 2017. Dimana, pihaknya menggandeng Puskesmas Alang-Alang Lebar (AAL), Sukarami, dan Talang Betutu untuk diberikan pengarahan tentang Pokentik.

“Kita pilih tiga lokasi ini dahulu, karena di wilayah ini potensi perkembangan jentik nyamuk cukup besar. Setelah disini, baru akan kita sosialisasikan ke lokasi lain. Kita ingin pelaksanaan Asian Games 2018 berjalan lancar,” katanya, Jumat (2/6).

Ia menjelaskan dalam kegiatan ini, nantinya para kader Jumantik yang telah bergabung akan mensosialisasikan tentang sistem pendataan jentik-jentik nyamuk di wilayah masing-masing melalui aplikasi Pokentik. Dengan mengajak masyarakat menggunakan aplikasi ini, pihaknya dapat mengetahui wilayah-wilayah mana saja yang memiliki potensi penyebaran jentik-jentik nyamuk.

“Jadi untuk satu wilayah puskesmas ini, kita harap ada 100 keluarga yang tergabung dalam jumantik. Ini juga untuk mendukung program presiden, satu rumah satu Jumantik,” terangnya.

Dikatakan Anisyah, penggunaan aplikasi inipun cukup sederhana hanya dengan cara mendownload aplikasi Pokentik di Playstore dan tinggal mendaftarkan diri. Setelah itu,  warga tinggal memfoto titik-titik yang terdapat jentik nyamuk dan mengirimnya ke BTKLPP melalui aplikasi itu.

“Setelah dikirim, dikuras, lalu diisi air lagi, dan diberi bubuk abate, maka akan berubah hasilnya. Dengan begini datanya akan mudah diverifikasi, kita ingin masyarakat membantu dalam pemberantasan DBD serta ikut serta mendukung gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),” pungkasnya. (korankito.com/raya/amel)