Bisa Dipercaya

Didenda Rp20 Juta, Begini Komentar Sektim SFC

Sekretaris tim SFC Achmad Haris. Dok korankito.com

Palembang- Sekretaris Tim (Sektim) Sriwijaya FC Achmad Haris angkat bicara terkait sanksi dari komisi disiplin (Komdis) PT Liga Indonesia Baru (LIB) berupa denda sebesar Rp20 juta serta larangan mendampingi dua pertandingan skuad Laskar Wong Kito.

Menurutnya, sebelum menjatuhkan sanksi kepadanya, pihak komdis seharusnya mendengarkan terlebih dahulu keterangan dari pihaknya. Oleh karena itu, ia pun sangat menyayangkan keputusan yang sudah diambil oleh pihak PT LIB.

Berita Sejenis
1 daripada 149

“Saya sendiri tidak pernah dimintai keterangan atas insiden tersebut dan saya juga buka tipikal orang yang melakukan sesuatu tanpa ada dasarnya. Harusnya, mereka melihat sebab akibatnya terlebih dahulu, baru mengambil keputusan,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/6) sore.

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi saat pemain SFC Yoo Hyun Koo bersitegang dengan pemain depan Madura United Peter Odemwingie. Ketika itu, Hermansyah memprovokasi kapten skuad Laskar Wong Kito tersebut serta membawa naman daerah di Palembang dengan nada keras.

“Seharusnya dia (Hermansyah) tidak usah membawa nama daerah atau suku, inikan pertandingan sepakbola tidak ada hubungannya dengan daerah. Saya akui, memang kesalahan saya mendatangi bench mereka, namun itulah alasannya kenapa saya berani berbuat seperti itu,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan surat protes yang sudah ia layangkan ke PSSI namun belum mendapatkan balasan. Menurutnya, kiper utama SFC Teja Paku Alam sudah absen dua pekan, lantaran berbenturan keras dengan pemain PSM Makassar.

“Iya, seperti kita ketahui Teja sudah absen dua pertandingan lantaran berbenturan kerasa dengan pemain PSM beberap waktu lalu. Sudah kita layangkan surat protesnya kepada pihak PSSI, namun sampai sekarang tidak ada tangga sama sekali dari mereka,” tutupnya. Korankito.com/Nisa/Depe.